Minim Tempat Sampah Jadi Penyebab Sampah Berserakan di Alun-Alun Lembang

Minim Tempat Sampah Jadi Penyebab Sampah Berserakan di Alun-alun Lembang
Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif saat meninjau Alun-alun Lembang. Senin (11/12). (Foto istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat baru saja meresmikan alun-alun Lembang, pada Jumat 8 Desember 2023 lalu.

Diketahui, alun-alun Lembang sebelum direvitalisasi hanya memiliki luas areal 225 meter persegi. Pemkab Bandung Barat merombak seluruh areal tersebut dengan berbagai fasilitas publik, mulai dari taman beralas rumput sintetis, lapangan basket, skatepark, playground, serta pelataran yang berisi informasi soal landmark di kawasan Lembang.

Pasca dibukanya untuk umum, alun-alun menjadi primadona untuk mengisi hiburan masyarakat, tak ayal setiap harinya alun-alun dipenuhi pengunjung yang datang.

Baca Juga:Tumpukan Sampah di Bawah Jembatan Tol Buahbatu jadi SorotanBalap Liar Bawa Sajam, 9 Remaja Berhasil Diamankan Tim Presisi Jalak Harupat

“Padahal bagus sudah banyak fasilitas untuk publik. Tapi sayang banyak sampah yang berserakan,” ujar Dini kepada wartawan, Senin, 11 Desember 2023.

Ia menilai, minimnya tempat pembuangan sampah di alun-alun Lembang, membuat pengunjung bingung. Pasalnya, tempat pembuangan sampah hanya ada di beberapa titik tertentu di lokasi tersebut.

“Harusnya ada tempat pembuangan sampah di beberapa titik. Jadi pengunjung yang membawa makanan bisa langsung buang sampah ke tempatnya,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat Arsan Latif mengakui kondisi alun-alun Lembang pasca diresmikan, kondisinya sudah memprihatinkan. Pasalnya, sampah berserakan dimana-mana.

Meskipun demikian, Ia enggan untuk menegur para pengunjung dan memilih untuk memungut sendiri sampah-sampah tersebut.

0 Komentar