55

Warga Keluhkan Jalan Mahar Martanegara

BERSIHKAN ASPAL : Para petugas dari PUPR sedang membersihkan jalan yang aspalnya terkelupas akibat terjangan banjir luapan air sungai Ciputri beberapa waktu lalu.

CIMAHI– Kondisi Jalan Mahar Martanegara Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi yang rusak banyak dikeluhkan para pengguna jalan. Kerusakan terjadi karena aspal jalan mengelupas setelah diterjang banjir akibat luapan air sungai Ciputri. Padahal jalan tersebut belum lama diperbaiki.

Farid Koharudin,29, salah seorang pengendara asal Cigugur Tengah mengatakan, keadaan Jalan Mahar Martanegara seharusnya cepat diperbaiki. Sebab jalan tersebut sudah tidak laik dan dapat membahayakan penggunanya.

“Tentu sangat membahayakan pengendara. Sebab, selain berlubang, jalan ‘bergerinjul’. Apalagi kalau malam, kurang penerangan,” katanya, Jumat (11/1).

Untuk itu ia berharap Pemerintah Kota Cimahi segera memperbaiki jalan tersebut. Sebab jika terus dibiarkan, tak menutup kemungkinan akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan, seperti kecelakaan lalu lintas.

“Ya, minta dan mudah-mudahan cepet diperbaiki. Kalau bisa yang kuat, biar gak mengelupas lagi,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah mengaku, pihaknya bakal memperbaiki jalan tersebut dengan menyesuaikan kondisi cuaca.

“Kita nunggu cuaca tidak ekstrim lagi. Secepatnya kita akan perbaiki. Kalau memungkinkan akhir Januari ini dimulai,” ungkapnya, di ruang kerjanya, di Komplek Perkantoran Pemkot cimahi, kemarin (11/1).

Dikatakannya, perbaikan akan dilakukan dengan biaya sepenuhnya ditanggung pihak kontrakator. Sebab, saat ini jalan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan yang artinya masih menjadi tanggungjawab kontraktor. “Mereka (kontraktor) udah komitmen mau segera memperbaikinya,” ujar Wilman.

Dia menegaskan, sebenarnya untuk perbaikan jalan tersebut aspal yang digunakan sudah sesuai spesifikasi. Termasuk pengaspalan yang dilakukan sebelumnya, yakni Yakni aspal beton yang terdiri dari tiga macam lapisan, yaitu Laston Lapis Aus (Asphalt Concrete-Wearing Course atau AC-WC), Laston Lapis Permukaan Antara (Asphalt Concrete-Binder Course atau AC-BC) dan Laston Lapis Pondasi (Asphalt Concrete-Base atau AC-Base).

“Kita sudah memperhitungkan segala rupa, pekerjaan sesuai dengan spesifikasi. Dari hasil uji lab yang dilakukan juga tidak ada yang menyalahi, semuanya sudah sesuai,” tegasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi sudah menggelontorkan anggaran hingga Rp 1,3 miliar untuk mengaspal jalan sepanjang 445 meter, dari total Jalan Mahar Martanegara yang mencapai 2,6 kilo meter pada 2018 yang lalu.

Namun, mengalami kerusakan karena aspalnya mengelupas sekitar 800 meter, bahkan aspal yang terkelupas sempat bertambah sepanjang 150 meter. Meski memang sempat diperbaiki oleh pihak ketiga karena masih dalam tahap pemeliharaan yang berarti masih tanggungjawab kontraktor, namun, jalan itu kembali mengelupas pada 3 Desember 2018.

Dinas PUPR Kota Cimahi pun selalu mengklaim jika pengelupasan itu murni karena faktor derasnya luapan air dari Sungai Ciputri saat hujan besar. Sekarang, kerusakannya mencapai 300 meter. Kondisinya sangat memprihatinkan dan membahayakan pengendara.(ziz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.