85

Pemprov Akomodir Tol Dalam Kota

PADAT MERAYAP: Kondisi jalan tol Cileunyi mengalami penumpukan kendaraan pada lebaran lalu.

BANDUNG – Pemprov Jabar akan membahas usulan Pemkot Bandung soal underpass dalam pembangunan North South Link (NS-Link) atau tol dalam kota yang menghubungkan Tol Pasirkoja dengan kawasan jalur Surapati Cicaheum (Suci) atau dekat Masjid Pusdai, Kota Bandung. Terutama underpass di jalur yang melintasi kawasan heritage.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengaku belum mendapat laporan terkait usulan tersebut. Meski begitu, dia akan terus mendorong proyek pembangunan tol dalam kota ini untuk mengurai kemacetan di Kota Bandung.

“(Usulan underpass) itu teknis, kalau masalah teknis saya belum dilapori. Tapi proyeknya dibutuhkan, saya kira provinsi mendorong itu.” ucap Emil , sapaan Ridwan, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (7/1).

Dia segera membahas usulan dari Pemkot Bandung tersebut. Apalagi Kota Bandung sebagai daerah sebagai penerima manfaat dari proyek pembangunan tersebut.

“Terus teknis karena masuk ke pusat kota, naik turun (dalam implementasi pembangunan), nanti kita bahas. Yang penting everybody happy,” ucapnya.

Emil menuturkan selain pembangunan tol dalam kota, di Bandung juga akan ada pembangunan sarana transportasi publik, seperti LRT. Pembangunan tol dalam kota dan LRT sama-sama akan dikerjakan demi mengurai kemacetan di Kota Bandung.

“(Tol dalam kota) itu bagian dari masterplan kelancaran lalu lintas kota-kota metropolitan. Kelancaran itu terbagi dua, (pertama) memperbanyak jalur-jalur baru juga memperbanyak utamanya transportasi publik. Dua-duanya dikerjain dan dibutuhkan. Jadi jangan pake logika kenapa enggak itu (LRT) dulu,” tutur Emil.

Sekda Jabar Iwa Karniwa menjelaskan proyek tol dalam kota itu sudah terakomodir dalam revisi rencana tata ruang dan tata wilayah (RTRW). Saat ini revisi RTRW tersebut sedang dibahas oleh DPRD Jabar.

“Itu sudah masuk di revisi RTRW setelah itu akan lanjut evaluasi kementerian terkait,” katanya.

Menurut dia, tol dalam kota ini seluruhnya dibiayai oleh swasta. Pembangunannya juga akan memanfaatkan median jalan provinsi, kota dan pusat sehingga tidak perlu banyak pembebasan lahan.

“(Dananya) ini full dari swasta. Hanya mungkin nanti dimungkinkan BUMD kita. Ini mungkin tidak pembebasan lahan. Ini lahan di media jalan provinsi, Bandung dan pusat,” ucap Iwa.

Dia menjelaskan akan ada pembahasan lanjutan dalam tataran implementasi. Termasuk membahas usulan Pemkot Bandung soal underpass di sebagian titik tol dalam kota yang akan dibangun.

“Akan ada pembahasan lebih lanjut tataran implementasi pelaksanaan. Untuk pembangunan memang mahal fly over dibanding underpass tapi bisa cepat (pembangunan) karena pembebasan,” ujar Iwa. (dtk/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.