Tembok Turin Berantakan

2 Juventus vs Tottenham 2

37

TURIN – Label tim dengan pertahanan terbaik sejak 2018 milik Juventus terhenti di tangan Tottenham Hotspur. Ya, tim polesan Massimiliano Allegri itu ditahan 2-2 oleh Spurs pada first leg 16 besar Liga Champions kemarin dini hari.

Nyonya Tua bukan kesal lantaran catatan clean sheel mereka pupus. Melainkan cara Harry Kane dkk untuk meraih dua gol tandang mereka. Bagaimana tidak. Juve sebenarnya unggul 2-0 terlebih dulu via brace Gonzalo Higuain pada menit kedua dan eksekusi penalti di menit kesembilan.

Namun, Kane dan Christian Erikse memaksa laga yang dihelat di Allianz Stadium itu berakhir 2-2 via gol mereka pada menit ke-35 dan 71′. Ini adalah kali pertama Juve kebobolan di Liga Champions sejak menghadapi Bayern Muenchen pada Februari 2016.

”Kami kebobolan gol pertama karena koordinasi buruk lini belakang. Sedangkan gol kedua dari sepakan bebas. Kondisi saat ini akan menjadi seperti final di London (saat keok dari Barcelona musim 2014-2015, Red),” sesal Allegri seperti dilansir Sky Sport Italia.

Tidak mengherankan bila pelatih 50 tahun itu kesal dengan hasil timnya. Sebab, second leg akan dihelat di Wembley. Dengan dua gol tandang yang sudah mereka kantongi, maka laga tersebut akan menjadi sangat sulit karena Spurs hanya membutuhkan hasil imbang 0-0 atau 1-1 untuk lolos ke perempat final.

Yang makin membuat kubu tuan rumah kesal adalah Higuain. Lho bukannya Pipita sudah menyumbang dua gol? Memang benar. Namun, eks striker Real Madrid dan Napoli itu sebenarnya bisa mencetak hat-trick andai eksekusi penaltinya pada injury time babak pertama tidak menerpa tian gawang Hugo Lloris.

Gagalnya Higuain mengeksekusi penalti membuat Juve terlihat buruk dalam menghadapi penalti. Bagaimana tidak. Dari lima kesempatan terakhir di semua ajang, hanya dua saja berhasil. Dan, itu diyakini yang membuat mental kedua tim pada laga kemarin berbalik di babak kedua. Benar saja. Spurs total membukukan 62 persen ball possession berbanding 38 milik Juve.

“Sangat mudah untuk berbicara setelah pertandingan dari balik sofa. Sampai kedudukan 2-0 semuanya berjalan sempurna. Namun, saat 2-2, semuanya berbalik menghakimi kami,” tulis Higuain di akun Instagram-nya. “Kami tidak terlalu memikirkan suara-suara tersebut. Mari ke London untuk lolos ke babak selanjutnya. Pelukan hangat bagi kalian yang benar-benar menginginkan hal baik untuk Juventus,” lanjut striker 30 tahun itu.

Hasil imbang Juve memang kerugian. Namun, faktornya bukan sekadar Spurs yang jago. Melainkan taktik yang diterapkan Allegri. Dengan tidak adanya Paulo Dybala, Juan Cuadrado, dan Blaise Matuidi, Allegri memutuskan untuk menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan menggunakan semua pemain dengan karakter menyerang menjadi starter.

Hal itu memang terlihat bagus dengan dua gol cepat di babak pertama. Namun, menjadi bumerang saat menghadapi tekanan sporadis Spurs di babak kedua. Semakin parah karena keputusan Allegri mengganti Sami Khedira pada menit ke-66 dengan Rodrigo Bentancur membuat lini tengah Spurs kian merajalela dengan Mousa Dembele jadi motor utama.

”Ada dua pertandingan untuk memutuskan siapa yang lolos ke babak berikutnya Liga Champions. Sangat penting untuk bermain cerdas karena Tottenham adalah merupakan lawan tangguh yang masih belum terkalahkan tahun ini,”kata direktur olahraga Juve Beppe Marotta kepada Mediaset Premium. (io/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.