182

RPJMD Tak Sekadar Formalitas

Libatkan Partisipasi Masyarakat Jabar

IMAN MULYONO/JABAR EKSPRES
MINTA DIULANG: Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat Dadan Ramdan saat dibawa tim pengamanan dalam karena melakukan interupsi saat Musrenbang, kemarin (13/11).

BANDUNG – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendapat tentangan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat. WALHI menilai agenda Musrenbang hanya upaya untuk mengakomodir kepentingan pemerintah pusat dan investor asing tanpa melibatkan aspirasi masyarakat Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan Direktur WALHI Jawa Barat, Dadan Ramdan dalam unjuk rasa (unras) yang dilakukan saat jalannya Musrenbang untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023. Dalam aksinya, empat perwakilan WALHI Jawa Barat membentangkan karton bertuliskan tuntutan agar agenda Musrenbang dilaksanakan ulang.

”Kami meminta karena ini sudah cacat substansi dan tidak partisipatif lagi, maka harus ada Musrenbang RPJMD ulang yang lebih melibatkan partisipasi masyarakat,” ungkap Dadan.

Dia menjelaskan, Musrenbang hanya agenda formalitas dan tidak menjadi forum dialog mengakomodir aspirasi masy­arakat. Selain itu, Musrenbang juga sebatas berisikan paparan dari pemerintah pusat. Padahal, dirinya menilai yang dibahas dalam RPJMD adalah dokumen rancangan awal berisi kebijakan, program pembangunan serta pagu keuangan di Jawa Barat.

”Bukan arahan-arahan dari Menteri Dalam Negeri, Menteri Pariwisata dan men­teri lainnya. Kami melihat pelaksanaan Musrenbang ini cacat substansi karena yang dibahas bukan isi dokumen rancangan awal,” kata Dadan di Bandung, kemarin.

Dikatakan Dadan, meski pihaknya mendapat kesem­patan memberikan sejumlah masukan, tapi masih terdapat kekurangan lantaran tidak ada format dialog antara Pemprov Jabar dengan masyarakat. Menurutnya, Pemprov Jabar sebagai pemangku kebijakan serta kepentingan harus lebih melibatkan masyarakat.

”Pelaksanaan Musrenbang RPJMD telah kehilangan esensi, nilai dan prinsip Mu­syawarah. Gubernur tidak memberikan ruang bagi ma­syarakat (publik) untuk ber­partisipasi aktif menyampai­kan gagasan dan usulan pro­gram,” imbuhnya.

Menurutnya, pelaksanaan Musrenbang RPJMD lebih tepat disebut forum Konsul­tasi Publik belaka. Seharusnya merupakan dialog atau mu­syawarah para pelaku kepen­tingan. Dimana masyarakat diberikan kesempatan yang luas untuk memberikan ma­sukan atas rancangan awal RPJMD Jawa Barat 2018-2023 yang sudah dibuat oleh Bap­peda Jawa Barat.

Selain melakukan Unras di depan Gedung Trans Luxury Hotel tempat berlangsungnya kegiatan Musrenbang RPJMD Jawa Barat 2018-2023, Dadan juga sempat melakukan inte­rupsi sesaat setelah pelaks­anaan agenda tersebut selesai. Akan tetapi, Dadan mendapat adangan dari pihak protoko­ler Pemprov Jabar dan kea­manan hotel.

Dadan pun diamankan peng­awal pribadi Gubernur Jawa Barat dan menariknya keluar ruangan. Di luar ruangan, se­ketika Dadan langsung diapit dan dibawa turun ke bawah, tepatnya ruang terbuka di de­pan hotel. Dadan pun sempat bersitegang dengan pengawal pribadi meski tidak terjadi ben­turan fisik.

Menanggapi hal tersebut, Ridwan Kamil mengatakan, dari sebanyak 700 program yang dicanangkan Pemprov Jabar dalam Musrenbang RPJMD Jawa Barat 2018-2023, hanya 20 persen saja gagasan yang dirinya diberikan. Menurutnya, gagasan-gagasan pembangu­nan untuk lima tahun ke depan, justru lebih banyak datang dari masyarakat.

”Saya sampaikan mau WAL­HI mau siapapun masih ada kesempatan karena RPJMD ini lagi dibahas di dewan, jadi tinggal dimasukan aja. Formatnya bisa bertemu gu­bernur langsung, bisa men­ghadap dewan,” kata Ridwan.

Ridwan Kamil menegaskan, apabila WALHI Jawa Barat merasa terdapat kekurangan dalam program-program yang diusung pada Musrenbang RPJMD Jawa Barat 2018-2023, dia siap menerima masukan-masukan yang diberikan. Justru, dirinya menilai ma­sukan tersebut akan mem­bantu pembangunan di Jawa Barat. ”Gak ada masalah, WALHI kan stakeholder juga, tidak harus dengan cara-cara seperti itu saya kira,” kata dia. (mg1/ign)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.