Ribuan UMKM Terganjal Pemasaran

Sulit untuk Masuk di Pasar Modern

16
UMKM
TIDAK BERKEMBANG : Ribuan pelaku UMKM di Kabupaten Bandung Barat masih terganjal persoalan pemasaran. Muncul gagasan agar hasil produk bisa masuk toko modern untuk mempermudah penjualan di tengah masyarakat.

NGAMPRAH– Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung Barat masih terganjal persoalan pemasaran. Bahkan, produk mereka belum banyak yang diakomodir atau mendapatkan tempat untuk dipajang dan dijual di pasar modern.

“Persoalan masih di pemasaran yang membuat pelaku UMKM ini sulit untuk memajukan usahanya. Di Bandung Barat tercatat ada sekitar 40.000 UMKM dan semua aktif menjalankan usaha, baik mikro, kecil, maupun menengah. Namun yang terdata secara resmi dan tercatat di kami baru 15.000 UMKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM KBB, Ade Wahidin usai kegiatan Bimtek UMKM di Gedung HBS Cimareme yang dihadiri Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, Selasa (6/11).

Ade menjelaskan, pemasaran melalui pasar modern menjadi sarana yang plaing tepat guna memperkenalkan produk UMKM asli Bandung Barat. Pelaku UMKM bergerak di berbagai bidang usaha, seperti makanan ringan, produk olahan, kerajinan, dan lain-lain. Sebagian besar dari mereka masih terkendala pemasaran yang masih terbatas sehingga sulit berkembang.

ads

Selama ini, ujar dia, peluang produk UMKM KBB agar bisa ‘mejeng’ di pasar modern masih sangat sulit. Melalui bimbingan teknis (bimtek) ini, Diskop UMKM KBB ingin mendorong pelaku UMKM bisa go publik. Salah satu caranya bekerja sama dengan pengusaha pasar modern.

“Sekarang yang sudah berjalan dengan hotel. Kalau dengan pasar modern belum, karena harus dikomunikasikan dulu, produk apa yang dibutuhkan dan laku di mereka (pasar modern),” ujar dia.

Terkait permasalahan ini, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna akan menginstruksikan agar dibuat memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara pasar modern dengan Pemkab Bandung Barat guna memasarkan produk-produk UMKM.

Tentu, pemkab akan diinventarisasi pasar modern yang telah berizin dan tingkat kunjungan atau belanja masyarakat cukup tinggi. Peluang ini yang harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dengan menciptakan produk unggulan atau khas KBB yang bisa menjadi ikon dan menarik orang untuk membeli.

Pelaku UMKM juga harus menciptakan produk inovatif, berbeda, dan berkemasan menarik. Tujuannya agar produk bisa bersaing. KBB dengan keberadaan kawasan wisata Lembang banyak dikunjungi wisatawan.

Besar kemungkinan ketika produk UMKM KBB dipasarkan di pasar modern akan juga dibeli oleh wisatawan. Ketika itu terjadi, usaha pelaku UMKM maju dan terjadi penyerapan lapangan kerja.

“Rencana kami ke depan akan dibuat MoU di mana mereka (pasar modern berizin) harus menyiapkan tempat bagi penjualan produk UMKM lokal. Karena kami menilai selama ini berdirinya minimarket tersebut tidak memberikan kontribusi bagi pemkab,” pungkasnya. (drx)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.