Polisi Gagalkan Rencana Pesta Seks Remaja

Admin Grup FB Gay Dibekuk

160
gay Bandung Indonesia
YULLI S YULIANTI/JABAR EKSPRES
BEKUK PELAKU: Wadir Krimsus Polda Jabar, AKBP Hari Brata (dua kiri) saat menunjukkan barang bukti.

BANDUNG – Dit Reskrimsus Polda Jabar berhasil mengungkap komunitas gay di salah satu media sosial dengan menangkap dua orang tersangka yakni IS alias Isan dan IH alias boy, di rumah kosan di wilayah Jalan Jatimulya Kelurahan Gumuruh Kecamatan Batununggal Kota Bandung, Kamis (18/10) dini hari.

Wadir Krimsus Polda Jabar AKBP Hari Brata mengatakan, awal mula pengungkapan dari ditemukannya cyber patrol bahwa adanya grup Facebook Gay Bandung Indonesia (GBI), pada 9 Oktober 2018 pekan lalu. Setelah ditelusuri, grup tersebut dibuat pada 26 Oktober 2015 lalu, dan akun tersebut dikuasai oleh IS. Kemudian, katanya, polisi menemukan grup Facebook GBI.

”Dalam grup ditemukan banyak percakapan yang melanggar norma kesusilaan, seperti percakapan orientasi sesama jenis, hingga penawaran jasa pijat laki-laki. Modus operandinya, mereka mensosialisasikan grup ini kepada yang sesama jenis untuk bisa berhubungan di media sosial,” kata Hari, saat memberikan keterangannya di Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jabar, kemarin (19/10).

Hari juga menjelaskan, grup tersebut memiliki member atau anggota sebanyak 4.093 orang, dan kerap mengadakan pertemuan di dunia nyata. Bahkan, terindikasi ada anak di bawah umur yang masih pelajar menjadi anggota grup tersebut.

”Grup media sosial itu tertutup, jadi hanya kalangan mereka saja yang mengetahui. Jadi, kalau sudah kenal dengan adminnya, baru dimasukkan menjadi member di grup tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, kedua tersangka ditangkap di sebuah kos-kosan di kawasan Batununggal, Kota Bandung. Dari penggeledahan di rumah kos tersebut, petugas menemukan lima unit telepon genggam yang kerap digunakan pelaku untuk mengelola grup Facebook ‘Gay Bandung Indonesia’. Pelaku sempat mengganti deskripsi nama grup menjadi ‘Peduli Gay Bandung’.

Dari hasil penggeledahan, lanjutnya, selain kedua tersangka, petugas pun mendapati alat kontrasepsi sebanyak 25 buah, dan alat bantu seks lainnya yang biasa digunakan melakukan hubungan seks antara kedua pelaku dan diduga dengan teman pria lainnya.

”Akibat perbuatannya keduanya tersangka dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) jo. Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang ancaman hukuman maksimalnya enam tahun penjara dan denda satu milyar rupiah,” pungkasnya.

Sementara itu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi dan TNI berhasil menggagalkan rencana adanya pesta seks sekelompok muda-mudi di salah satu kamar hotel Kota Bandung. Polisi hanya mendapat dalam satu kamar diisi enam orang yang terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki.

”Jadi arahan pendamping kita di Korwas (koordinator pengawas) diindikasikan akan melakukan kegiatan yang engga senonoh, pesta seks. Kita amankan dan jaring,” ujar Kepala Seksi Bidang Penyidikan dan Penertiban Satpol PP Kota Bandung, Mujahid, kemarin (19/10).

Petugas menemukan mereka saat menggelar operasi yustisi di salah satu hotel wilayah Lengkong, Kamis 18 Oktober 2018 malam. Mereka langsung digelandang ke Markas Komando Satpol PP untuk pemeriksaan lanjutan.

Tidak hanya mendapati para peserta pesta seks, di dalam kamar para petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan. Selanjutnya obat-obatan ini langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas kepolisian.

Selain berhasil menggagalkan rencana pesta seks, petugas berhasil mengamankan belasan lainnya yang diduga akan melakukan tindakan asusila. Satu di antara mereka merupakan warga negara asing asal Tiongkok.

Dia kedapatan tengah bersama seorang wanita yang bukan berstatus sebagai istrinya di dalam sebuah kamar. ”Kita amankan diperiksa dulu sejauh mana, kedatangannya ke sini gimana. Kewenangan ada di kepolisian,” ucapnya.

Sementara itu, kemarin ke-25 orang yang berhasil terkena razia pada Kamis malam menjalani sidang tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Bandung. Mereka dituduh melakukan tindakan asusila. (yul/yud/ign)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.