Mundur Demi Keluarga, Anna Lepas Jabatan Bupati Indramayu

34
DOK. HUMAS INDRAMAYU
BLUSUKAN DI PASAR: Bupati Indramayu Anna Sophanah saat berdialog dengan pedagang di Pasar Baru Indramayu, beberapa waktu lalu. Dia mengundurkan diri dengan alasan keluarga.

INDRAMAYU – Kabar mengejutkan datang dari Indramayu. Anna Sophanah dikabarkan mengundurkan diri dari kursi bupati Indramayu.

Surat pengunduran diri sudah masuk ke DPRD Indramayu. Meski belum diumumkan secara resmi dan belum jelas apa alasan pengunduran dirinya, tapi kabar ini langsung beredar luas.

Wakil Ketua DPRD Indramayu dari Fraksi Partai Gerindra, Kasan Basari membenarkan ada surat pengunduran diri dari Bupati Anna. Surat telah diterima pimpinan DPRD.

”Memang benar. Surat pengunduran diri bupati sudah diterima DPRD. Tinggal menunggu diumumkan lewat paripurna DPRD, sesuai jadwal badan musyawarah (bamus),” terang Kasan Basari.

Senada dikatakan Wakil Ketua DPRD Indramayu dari Fraksi PDI Perjuangan, Ruslandi, dia juga membenarkan tentang adanya surat pengunduran diri tersebut. Meski begitu, dirinya enggan berkomentar banyak. Dia beralasan masih harus menunggu pengumuman resmi di DPRD. ”Nantilah, kita tunggu pengumuman resmi saat paripurna DPRD sesuai jadwal dari bamus,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris DPRD (Sekwan) Indramayu Iding Syafrudin saat dikonfirmasi, mengarahkan wartawan untuk menanyakan langsung ke pimpinan DPRD. Sayangnya, Ketua DPRD Indramayu Taufik Hidayat tidak bisa ditemui.

Data yang dihimpun Radar Indramayu, surat pengunduran diri Bupati Anna masuk ke Sekretariat DPRD Kabupaten Indramayu pada Selasa 30 Oktober lalu. Alasan pengunduran diri istri Yance itu lantaran ingin fokus mengurus keluarga.

Hal itu diperkuat pernyataan putranya, Daniel Muttaqien melalui akun media sosialnya. Dia mengungkapkan, bahwa pengunduran diri ibunya disebabkan ingin fokus mengurus keluarga. Terutama suami dan ayahnya yang dalam kondisi sakit.

Daniel juga mengucapkan terima kasih atas dukungan selama 8 tahun Anna memimpin Indramayu dan permohonan maaf kepada masyarakat Indramayu.

”Alasan yang paling mendasar adalah masalah keluarga, sulitnya membagi waktu untuk keluarga dan tugas pemerintahan, ditambah lagi kondisi kesehatan mama adji (ayah) yang sudah sangat menurun dan sepeninggal mimi anih (ibu) meninggalkan penyesalan yg panjang kepada ibu Anna, ditambah lagi kondisi kesahatan Pak Yance (suami) yg sedang menurun dan butuh perhatian penuh dari ibu Anna, akhirnya beliau dengan berat hati mengambil keputusan ini,” demikian tulis Daniel.

”Tak ada sedikitpun niat mencederai demokrasi ataupun mengkhianati amanah yg sudah diberikan kepada beliau, tapi beliau dan kami sangat yakin sekali Pak Supendi selaku wakil bupati dapat menjalankan dan melanjutkan program dengan sangat baik,” tutupnya.

Sementara dari data di DPRD Indramayau diperoleh Jadwal, Bupati Anna dijadwalkan akan menyampaikan secara resmi pengunduran diri itu dalam rapat paripurna hari ini (7/11). Dan selanjutnya dibahas DPRD Indramayu.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan telah menerima surat pengunduran diri Bupati Indramayu Anna Sophanah. ”Sudah terima, namanya orang mengundurkan diri, artinya sudah merasa tidak memungkinan berada di posisi itu. Saya kira nanti di-follow up,” kata Gubernur Emil usai membuka Pameran Buku Jabar Juara, di Gedung Landmark Kota Bandung, kemarin (6/11).

Gubernur mengatakan jika Anna Sophanah resmi mengundurkan diri sebagai bupati, maka wakilnya yang akan menggantikan posisi orang nomor satu di Kabupaten Indramayu.

”Wakilnya yang menggantikan dan meminta koalisi sebelumnya untuk memilihkan pendamping yang akan menjadi bupati definitif,” sambung dia.

Ridwan Kamil menuturkan alasan Anna Sophanah mundur sebagai Bupati Indramayu karena yang bersangkutan ingin fokus mengurus keluarganya.

”Alasannya lebih banyak alasan keluarga. Jadi, bukan urusan kedinasan, ingin lebih mengurusi keluarga di sisa waktunya yang mungkin selama ini agak terkendala karena kedinasan luar biasa,” ujar dia.

Gubernur Emil menambahkan, surat pengunduran diri Anna Sophana tersebut akan diteruskan kepada Kementerian Dalam Negeri.

”Nanti akan di-forward ke Kemendagri. Harap diingat gubernur itu bukan pengambil keputusan. Yang ambil keputusan Kemendagri,” ujar Ridwan Kamil menambahkan. (oet/mg1/ign)



1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.