MUI Jabar Pilih Netral

Jebakan Batman, Abdi: Lawan Politik Panik

306
pilpres
DAMIANUS BRAM/JPG/JABAR EKSPRES
RINDU AKUR: Sejumlah tokoh Nasional terlihat akur saat ikut dalam lomba balap karung memeriahkan HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Sayangnya itu hanya topeng belaka, peserta mengenakan topeng tokoh Nasional Jokowi, Megawati Soekarnoputri, SBY, dan Prabowo.

BANDUNG – Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat (MUI Jabar) menyatakan tetap bersikap netral dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hal tersebut menanggapi dipilihnya Kiai Ma’ruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Joko Widodo (Jokowi).

Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar menyebut, secara kelembagaan MUI Jabar akan bersikap netrak dan tidak akan terbawa politik praktis. Menurutnya, dipilihnya Ketua MUI Kiai Ma’ruf Amin sebagai Cawapres merupakan hak politik dan demokrasi setiap masyarakat Indonesia.

”Insya Allah secara kelembagaan kita tetap menjadi lembaga yang melayani umat, lembaga dakwah dan bukan lembaga politik,” kata Rafani di Bandung, kemarin (12/08).

Meski demikain karena Ma’ruf merupakan sosok ketua umum yang tentunya menjadi tuntutan seluruh masyarakat, secara personal setiap anggota MUI di seluruh daerah tentu akan memberi dorongan dan dukungan.

”Masa ketua umum maju tapi tidak dibantu, pasti dibantu lah, namun tetap menjaga netralitas secara kelembagaan,” kata dia.

Diakui dia, MUI Jabar tidak menampik merasa bergembira dan bersyukur karena Joko Widodo karena memiliki perhatian terhadap ulama. Dipilihnya Kiai Ma’ruf Amin dinilai akan mampu meredam kecenderungan politik identitas yang beberapa bulan terakhir mencuat.

Ratani menuturkan, jika tidak dikendalikan, maka politik identitas tersebut akan menjadi konflik di antara anak bangsa. Terlebih, selama ini kerap terjadi ujaran kebencian, fitnah serta ghibah di kalangan masyarakat dan dinilai bisa memecah belah umat.

”Di antaranya pak Jokowi ini kan dituduh anti-Islam, anti-ulama. Sehingga, umat Islam yang tidak paham akan terpancing dan sekarang dijawab dengan mengangkat ulama sebagai Cawapres,” kata dia.

Menurutnya, Kiai Ma’ruf Amin bukanlah ulama sembarangan dan dinilai sebagai ulama besar karena menjabat Ketua Umum MUI serta Ketua Dewan Syuro Nahdlatul Ulama (NU). Dengan begitu, tuduhan anti ulama dan anti umat yang selama ini disematkan kepada Jokowi mampu diredam.

”Harapan kami seperti itu karena mau apalagi, kan ulama udah ditarik. Silakan berkompetisi secara sehat, secara fair dan menjunjung tinggi objektivitas, kesantunan, akhlaqul karimah,” kata dia.

Sementara itu berkait dengan pernyataan elite PAN yang menyebut Jokowi terkena ‘jebakan batman’ karena memilih KH Ma’ruf Amin. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Abdi Yuhana menyebutkan adanya statemen itu justru memperlihatkan lawan politik Jokowi-Amin mulai panik.

”Jadi menurut saya, pilihan Pak Jokowi menggandengan Pak Ma’ruf amin itu, adalah pilihan yang rasional. Pilihan yang akal sehat. Kalau kemudian ada statemen ada ‘jebakan batman’, saya kira itu merupakan kepanikan mereka, sudah kalah star saja,” kata Abdi Yuhana dalam sebuah acara, kemarin (12/8).

Dipilihnya Ma’ruf Amin lanjut Abdi, dikatakan rasional karena saat memasuki roda pemerintahan di Periode kedua, perlu ada sosok yang bisa mengimbangi. ”Mengimbangi dalam hal representasikan kekuatan politik yang ada di Indonesia,” sambungnya.

Pilihan terhadap Ma’ruf Amin itu pun sebagai upaya meredamn konstelasi politik yang makin tidak sehat. “Insyaallah dengan menggandeng Pak maruf Amin ini diharapkan suasana politik di Indonesia itu bisa sejuk. Yang tidak kalah penting, ini adalah bagian dari konsensus. Konsensus, bahwa di Indonesia itu tidak bisa lepas dari representasi Nasionalis dan religius. Sehingga perpanduan religus, nasionalis ini tentunya membawa agar Indonesia bisa maju dalam melaksanakan pembangunanan di periode yang kedua ini,” ujarnya.

Sosok Ma’ruf pun disebutkannnya merupakan figur ahli ekonomi khususnya ekonomi berbasis syariah (Islam). Hal ini dibuktikan dengan telah banyak karya Ma’ruf Amin yang dituangkan dalam buku sebagai pemikirannya dalam permasalahan ekonomi salah satunya yaitu, Ekonomi Syariah Arus Ekonomi Baru Indonesia dan masih banyak karya beliau lainnya.

“Sehingga, salah apabila banyak anggapan dan kekhawatiran banyak pihak yang menilai bahwa KH Ma’ruf Amin hanya sebagai pemanis atau dinilai tak akan mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi di Indonesia. Justru dengan dipilihnya KH Ma’ruf Amin yang mumpuni di bidang ekonomi Islam (Syariah) akan menjadi solusi terhadap permasalahan ekonomi di Indonesia,” terangnya.

Senada dikatakan Politisi PDI Perjuangan, Maruar Sirait. Dia menilai statemen yang menyatakan Jokowi pilih Ma’ruf Amin merupakan ‘Jebakan Batman’, merupakan statemen yang salah. Justru, menurut Ara, dipilihnya Ma’ruf Amin merupakan pilihan terbaik dari yang baik dan sebagai sebuah penghargaan bagi para ulama.

“Ada yang bilang ‘jebakan batman’. Saya kira itu salah sekali, Pak Jokowi  memilih Kiai Haji Ma’aruf Amin karena beliau tokoh Islam yang luar biasa, dan beliau sangat senior,” tutur Ara.

Lebih lanjut Ara menjelaskan, dipilihnya Ma’ruf Amin justru merupakan bentuk penghargaan terhadap ulama, karena dilatarbelakangi oleh track record KH Ma’ruf yang dinilai mumpuni dari aspek kapasitasnya dalam memimpin.

“Pak Jokowi tidak merasa dijebak. Saya berteman dengan Pak Jokowi sudah lama. Dia mengajarkan politik yang santun. Kita bersaing visi misi, track record, program saja. Jangan pernah jebak menjebak, dan tentunya kita akan memenangkan Jokowi dan Ma’aruf Amin. Menang di Jawa Barat dan Indonesia. Dan saya rasa di Jawa Barat, banyak pembangunan yang sudah dilakukan oleh Jokowi. Sehingga duet Jokowi-Ma’ruf Amin, optimistis menang di Jabar,” tambahnya.

Sebagai informasi, ungkapan Jokowi masuk ‘jebakan batman’ diutarakan Wasekjen PAN Erwin Izharrudin. Salah satu alasan Erwin menyebut Jokowi masuk jebakan batman ialah tak memilih sosok cawapres yang mengerti soal ekonomi. Sebab, menurutnya, Indonesia butuh orang yang mengerti ekonomi karena masalah tersebut tengah jadi persoalan. (mg2/ign)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.