Mendagri Segera Akan Panggil Anna

Pengunduran Diri Bupati Indramayu

49
DOK. HUMAS PEMKAB INDRAMAYU
RAMAH KE WARGA: Bupati Indramayu, Anna Sophanah saat sebuah acara beberapa waktu lalu terlihat ramah ke warga.

JAKARTA – Bupati Indramayu, Anna Sophanah secara mengejutkan mengajukan surat pengunduran diri sebagai Bupati pada akhir Oktober 2018. Surat pengunduran diri Anna disampaikan di DPRD Kabupaten Indramayu. Selain itu, surat pengunduran diri Anna juga sudah diterima oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti alasan Anna memilih untuk mengundurkan diri. Tjahjo sudah memerintahkan Dirjen Otonomi Daerah untuk mengecek langsung persoalan apa yang melatarbelakangi sehingga Bupati berhijab itu mundur.

”Saya sedang suruh mengecek Otda. Ada apa masalahnya? Karena ada seorang Bupati yang sudah dua periode juga mundur. Akan kita cek,” kata Tjahjo, kemarin.

ads

Menurut Tjahjo, tidak masalah jika seorang kepala daerah mengajukan pengunduran diri. Hanya saja, secara etika politik kurang tepat. Alasannya, seseorang terpilih menjadi kepala daerah karena dipilih mayoritas suara masyarakat.

”Ya bisa saja (mundur), Wakilnya nanti naik. Ini lagi dicek. Walau dia ini kan amanah. Dia kan dipilih oleh rakyat, beda kalau ditunjuk. Dipilih rakya terus mundur, harus ada alasan yang tepat,” jelasnya.

Proses pengunduran diri lanjut Tjahjo, mekanismenya harus mengajukan ke sidang Paripurna DPRD. Karena yang memiliki kewenangan menyetujui pengunduran diri dan pengangkatan kepala daerah melalui DPRD. ”Kalau mundur sendiri harus ada persetujuan DPRD. Garut kan juga pernah dimundurkan. Saya masih belum tahu (soal Bupati Indramayu),” ujarnya.

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri), Soni Soemarsono mengaku memang sudah mendengar kabar tentang mundurnya Bupati Indramayu, Anna Sophanah. Namun, sampai saat ini pihaknya belum menerima surat resmi dari Gubernur Jawa Barat perihal pengunduran diri Anna Sophanah. Soni juga mengaku Kemendagri akan memanggil Anna Sophanah untuk mendengar langsung alasan pengunduran dirinya.

”Belum terima surat resmi dari Gubernur Jabar. Iya, kemungkinan akan kita panggil dan mintai penjelasan,” kata Soni kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin.

Sesuai aturan yang berlaku, memang tidak ada larangan seorang kepala daerah mundur ketika belum selesai masa jabatannya. Hanya saja, masyarakat yang sudah memilih menginginkan Anna Sophanah untuk memimpin Indramayu selama satu periode bersama sang wakil, Supendi.

”Tidak dilarang, boleh mengundurkan diri. Kalau ada masalah, lebih pada moralitas politik dengan para pemilihnya saja yang menghendakinya jadi Bupati 5 tahun,” paparnya.

Soni menjelaskan, jika sudah memiliki alasan yang jelas, Anna Sophanah akan diberhentikan dengan SK Mendagri dan sekaligus mengangkat Wakil Bupati menjadi Pelaksana Tugas Bupati Indramayu. Proses tersebut sambil menunggu proses administrasi pencalonan Wakil Bupati menjadi Bupati definitif melalui mekanisme paripurna di DPRD.

”Ya, sejauh masuk akal alasannya, kami berhentikan bupati dengan SK Mendagri dan sekaligus mengangkat Wabup menjadi Plt Bup sambil menyelesaikan proses administrasi pencalonan Wabub menjadi definitif melalui mekanisme DPRD,” tutupnya.

Seperti diketahui, Anna Sophanah merupakan istri dari Bupati Indramayu pada masa sebelumnya yaitu Irianto MS Syafiuddin. Irianto menjabat sebagai Bupati Indramayu selama dua periode sebelum akhirnya kepemimpinannya berakhir dan dilanjutkan oleh sang istri yang mulai memimpin sejak tahun 2010.

Pilkada periode pertama, Anna Sophanah berpasangan dengan Supendi. Pasangan ini pun memenangkan Pilkada dengan perolehan suara 511.359 atau 60.78 persen. Sukses diperiode pertama, pasangan ini kembali maju pada Pilkada Serentak tahun 2015 dan kembali terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati. Keduanya diusung oleh gabungan partai, yaitu Gerindra, PKS, Golkar dan Demokrat.

Sebelum menjabat sebagai Bupati Indramayu, Anna juga pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Indramayu Periode 2009 hingga 2014. Lalu pada tahun 2000 sampai 2010 menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indramayu. (HRM/FIN/ign)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.