Kemarau, Panen Padi Dipercepat

Mata Air dan Irigasi Mengering

34
asuransi petani
TELAH PANEN: Seorang petani tengah memotong padi yang telah siap dipanen.

SUMEDANG – Kemarau ini, tak hanya air untuk kebutuhan rumah yang sulit didapat. Ratusan hektar pesawahan, mulai ikut kekeringan lantaran sulitnya pasokan air.

Kondisi ini terjadi di kawasan Ujungjaya, yang juga menjadi langganan kesulitan air untuk pesawahan dan rumah warga. Sehingga untuk saat ini, sebgaian petani setempat melakukan percepatan panen padi guna meminimalisir kerugian. Sebab, meskipun terdapat saluran irigasi serta sumber mata air, saat kemarau seperti ini kondisinya mengering.

“Sudah lama juga kan kemaraunya. Jadi, air yang ada juga mengering. Ini selalu terjadi setiap tahunnya, apalagi kan di Ujungjaya ini sebagian besar sawahnya merupakan tadah hujan,” kata salah seorang petani Desa/Kecamatan Ujungjaya Endang, kemarin (28/8).

Dalam situasi itu, petani tidak tertarik untuk menanam palawija, sayuran dan sejenis tanaman lainnya. “Sempat itu waktu dulu menanam palawija. Seperti jagung, kedelai dan semangka. Tapi karena kemaraunya sangat keras, maka hasil panen yang diperoleh tidak bagus. Bahkan bisa dibilang, hasilnya tidak sepadan dengan biaya operasional yang dikeluarkan,” tuturnya.

Kendati demikian, petani lebih memilih membiarkan sawahnya terlantar dan ditumbuhi rumput. “Dalam kemarau seperti ini, masih ada jenis rumput tertentu yang masih bisa tumbuh. Karena itu, sebagian masyarakat memanfaatkannya untuk menggembala domba,” ucapnya.

Menyikapi persoalan itu, mereka berharap ada perhatian dari pemerintah untuk memfasilitasi ketersediaan sistim pengairan untuk mengairi areal sawah yang ada di wilayah tersebut. Sebab, dampak dari kekeringan itu dapat menurunkan pendapatan masyarakat setempat, yang pada umumnya mengandalkan mata pencaharian dari bertani. Di antaranya dengan mempercepat realisasi pembangunan Bendung Rengrang, yang ada di wilayah Kecamatan Paseh.

“Harapan kami, Bendung Rengrang bisa segera terealisasi. Sehingga pasokan air untuk areal persawahan di wilayah Ujungjaya tidak bergantung pada air hujan,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang Ir Yosep Suhayat menuturkan, menyikapi kekeringan ini, pihaknya melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas berusaha untuk mengatasi kesulitan petani di sejumlah wilayah. Meksi begitu, tidak hanya petani di Ujungjaya saja yang diperhatikan.Di antaranya dengan memberi bantuan pompa air dan optimalisasi potensi sumber air yang tersisa.

”Untuk wilayah Ujungjaya, upaya jangka panjangnya, pembangunan Bendung Rengrang bisa segera rampung itu. Sehinggga kesulitan air yang dirasakan petani di wilayah Ujungjaya dan sekitarnya dapat teratasi. Sedangkan luas kekeringan yang terjadi diperkirakan mencapai ratusan hektar. Data pastinya masih menunggu laporan dari petugas lapangan,” tukasnya. (red/net)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.