Kampanye Peduli Sampah Sejak Dini

47
TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/JABAR EKSPRES
KAMPANYE PUNGUT SAMPAH: Seorang siswa Sekolah Menengah Atas saat menunjukan gaya karate saat sesi tanya jawab dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (berpeci) dalam Acara Gembira bersama Kelola Sampah di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, kemarin (21/1).

BANDUNG – Sebanyak 2 ribu siswa dari tingkat sekolah dasar hingga tingkat sekolah menengah atas mengikuti Hari Peduli Sampah 2018. Kegiatan yang dipusatkan di Plaza Balai Kota Bandung itu mengambil tema “Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah” digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama pemerintah kota Bandung kemarin (21/1).

KLHK melakukan serangkaian kegiatan yang salah satunya edukasi pengelolaan sampah pada para pelajar tersebut. Kegiatan edukasi ini sudah kali ketujuh dilakukan selama kurun waktu Tiga tahun.

Mentri KLHK Siti Nurbaya meyebutkan, kegiatan edukasi pengelolaan sampah dilakukan untuk mengajak generasi muda, khususnya pelajar SD-SMP-SMAuntuk mulai berpartisipasi, peduli dan menumbuhkan kesadaran mengelola sampah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah.

”Hal ini mengingat, sejak ditetapkannya Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan sudah masuk tahun kesepuluh. Permasalahan sampah masih menjadi isu yang serius, karena pengelolaannya belum berwawasan lingkungan dan tingkat kesadaran, kepedulian serta keterlibatan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk generasi muda, dalam hal ini anak-anak sekolah,” sebutnya.

Baca Juga:  Waspadai Kampanye Pasangan Calon

Sebab kata dia, generasi muda merupakan usia produktif yang berumur antara 15-49 tahun jadi tulang punggung majunya Indonesia dalam menjaga lingkungan yang baik dan sehat. Saat ini sebut dia,  jumlah usia produktif di Indonesia adalah 139, 8 juta jiwa (54,18 persen). Angka ini merupakan angka signifikan untuk berkolaborasi mewujudkan kesadaran dan kepedulian pengelolaan sampah yang bersih dan berkelanjutan melalui kampanye yang dapat di mulai di lingkungan sekolah dan rumah.

”Pentingnya pemahaman sejak dini tentang sampah yang ada disekitarnya, bagaimana cara harus memilah dan memanfaatkan sampah serta penerapan teknologi sederhana dalam mengelola sampah yang diberikan sejak dini akan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi muda untuk hidup bersih dan sehat hinggga dewasa kelak,” harap dia.

Sejalan dengan Kebijakan Strategis Nasional Pengelolaan Sampah (Jakstranas Pengelolaan Sampah) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 dimana target pengurangan timbulan sampah sebesar 30 persen atau 20,9 juta ton dan penanganan sampah mencapai 70 persen atau 49,9 juta ton pada tahun 2025.

Baca Juga:  Bangkitnya Maung Tidur

”Dalam pelaksanaannya Perpres Jakstranas ini melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk generasi muda dalam pengelolaan sampah.  Sehingga diharapkan pada tahun 2025 timbulan sampah di Indonesia terkelola dengan baik dan tidak ada lagi sampah yang tidak tertangani melalui pelibatan seluruh pemangku kepentingan melalui kerjasama dan kolaborasi yang kuat guna mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” kata dia.

Peringatan HPSN 2018 ini juga KLHK menginisiasi “Gerakan Peduli Sampah Nasional” bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian kolektif serta membangun optimisme bersama dari seluruh pemangku kepentingan termasuk generasi muda dalam hal ini anak-anak sekolah untuk mewujudkan kerja bersama dalam pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.  Untuk itu KLHK mengajak seluruh jajaran masyarakat mulai dari pemerintah, aktivis, komunitas, public figure dan dunia usaha  untuk dapat bersama-sama mengkampanyekan gerakan peduli sampah nasional melalui hastag #BersihBisaKok.

Tema dari kegiatan edukasi pengelolaan sampah kepada anak-anak sekolah ini, yakni “Gembira Bersama Kelola Sampah Menuju Hidup Bersih Dan Sehat”. Tema itu bermaksud untuk mengajak anak-anak sejak usia dini mulai mengelola sampahnhya dengan senang hati tanpa paksaan dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Baca Juga:  Gandeng Jepang Untuk Restorasi Citarum

Wali kota Bandung Ridwan Kamil mengaku bersyukur, kota Bandung dicanangkan dalam pencanangan gerakan bebas sampah 2020 melalui edukasi kepada anak-anak. ”Saya terima kasih ke ibu Menteri bisa memonitor gerakan pungut sampah di kota Bandung,” katanya

Disebutkan dia, kota Bandung sudah sangat luar biasa terhadap isu lingkungan. Dia menyebutkan di kota Bandung telah ada bank sampah, selain itu banyak inovasi. Ada beberapa RW yang sudah bebas sampah. Sampah sampah tersebut sebut Ridwan habis di tempat tanpa ke TPA tanpa diangkut ada program inovasi-inovasi sampah sekala rumah tangga. ”Maka sangat banyak sampai kita lapor ke bu Menteri ada lebih dari 20 inovasi. Sampai ada upaya mengurangi stereofom, hingga budaya gerakan pungut sampah mudah-mudah garakan ini bisa menjadi contoh,” ujarnya. (pan/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here