Jembatan Cipatujah Roboh

Empat Tewas, Satu Hilang

88
Jembatan Cipatujah Roboh
TERPUTUS BANJIR: Robohnya Jembatan Cipatujah, Sungai Ciandung, Kabupaten Tasikmalaya akibat banjir bandang menyebabkan terputusnya jalur yang menghubungkan jalan antara Tasikmalaya-Cipatujah untuk menjangkau dua lokasi itu harus berputar lewat Garut.

TASIK – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tasikmalaya menimbulkan banjir dan longsor di Kecamatan Cipatujah, Karangnunggal dan Culamega, Selasa (6/10). Akibatnya empat warga meninggal dunia, seorang hilang dan jembatan penghubung Tasik-Garut roboh.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Wawan Ridwan Effendi menerangkan lima korban itu tiga berasal dari Cipatujah dan dua dari Culamega. Sementara ini, pihaknya belum bisa mengidentifikasi identitas korban. ”Itu (identitas korban) belum bisa kami nyatakan,” ujar dia.

Sementara itu, kata dia, jembatan di Kecamatan Cipatujah itu terputus akibat diterjang banjir bandang Sungai Ciandum. Jembatan ini roboh sekitar pukul 03.00. Akibatnya Desa Ciandum, Ciheras, Pameutingan, dan Sukahurip terisolir. ”Tidak ada jalan alternatif kecuali berputar ke Garut,” papar dia.

Untuk jumlah rumah yang terendam, pihaknya belum bisa memastikan. Karena masih didata. Pihaknya juga kesulitan berkoordinasi lantaran jaringan komunikasi putus dan listrik mati. ”Sejak malam listrik padam,” katanya.

Etih, 44, warga Ciandum menyebutkan robohnya jembatan itu sekitar pukul 03.00 setelah hujan deras pada Senin (5/10). ”Saat roboh seperti suara gempa,” ujar dia.

Saat itu, terang dia, luapan Sungai Ciandum sangat tinggi hingga lebih dari 10 meter dari bibir sungai. ”Memang ini yang paling besar airnya yang saya ketahui,” tuturnya.

Koordinator lapangan (korlap) relawan BPBD Kecamatan Cipatujah Rahmat Saputra menyatakan pihaknya menemukan dua korban dalam kondisi tak bernyawa di Sungai Desa Nagrog. Jenis kelaminnya laki-laki dan perempuan. ”Memang saat ditemukan terbawa air sungai,” papar dia.

Relawan BPBD sementara ini belum bisa mengidentifikasi nama-nama korban.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat melakukan assessment dan penganggulangan terputusnya jalur yang menghubungkan jalan antara Tasikmalaya-Cipatujah dikarenakan robohnya Jembatan Cipatujah, Sungai Ciandung, Kabupaten Tasikmalaya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat beserta Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) segera mengirim instrumen membangun jembatan darurat dengan baja (Jembatan Bailey).

Kepala Dinas Perhubungan Prov. Jabar Dedi Taufik, mengatakan Arus lalu lintas sementara dari Sindangbarang ke Tasikmalaya dialihkan melalui Pameungpeuk Garut selanjutnya dari arah Pangandaran menuju Sindangbarang dialihkan melalui Tasikmalaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Jabar, Dicky Saromi, menyampaikan informasi kejadian tersebut per-tanggal 6 November 2018 pukul 11.00. Disebutkan, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur beberapa daerah diwilayah Kabupaten Tasikmalaya dari Pukul 20.00 sampai dengan Pukul 04.00 telah  mengakibatkan terjadinya luapan aliran sungai Cipatujah di Kecamatan Cipatujah. Hal ini menyebabkan sedikitnya tiga kecamatan terendam banjir.

Kecamatan yang terkena dampak adalah Kecamatan Cipatujah, Kecamatan Karang Nunggal, dan Kecamatan Culamega.

”Hingga laporan ini diturunkan, tercatat sedikitnya 50 KK di Kecamatan Cipatujah terendam banjir, sementara untuk Kec. Karang Nunggal dan Cumaluga masih dalam tahap verifikasi,” katanya.

”Ketinggian air bervariasi, Kecamatan Cipatujah antara 50 Cm-1,8 Meter pada pukul 01.00. Sedangkan di Kecamatan Karang Nunggal pada pukul 03.00 antara 30 Cm, hingga 200 Cm,” jelasnya. (ujg/ign)



TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.