Jadikan Buku sebagai Media Informasi Paling Utama

92
Jadikan Buku sebagai Media Informasi Utama
KAMPANYEKAN TERUS LITERASI: Bunda Literasi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan (kanan) menjadi keynote speaker dalam workshop aktualisasi literasi keluarga di Gedung Sate, Kamis (12/7).

WORKSHOP pada kegiatan aktualisasi literasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat menghadirkan keynote speaker Bunda Literasi Jawa Barat Netty Prasetyani Heryawan.

netty-bunda literasi
Dr. Hj. Netty Prasetiyani Heryawan, MSi

Bunda Literasi Jawa Barat

Dalam paparannya di hadapan para peserta workshop, Netty menjelaskan, anak-anak harus berinteraksi dengan lingkungannya. Perkembangan teknologi, terutama gadget, membuat interaksi satu sama lainnya tersendat. Akibatnya berpengaruh pada kepribadian anak. “Anak-anak menjadi banyak diam, bahkan penakut,” katanya.

ads

Ia mengajak kepada para orang tua untuk memulai membiasakan diri agar anak-anaknya membaca paling tidak 15 menit dalam sehari. Tentunya, kata dia, orang tua harus memberikan contoh terlebih dahulu. “Atau bersama-sama membaca. Sehingga terbangun dalam keluarga budaya gemar membaca,” katanya.

“Jika sudah tertanam budaya membaca, maka dia akan menjadi pembelajar seumur hidup. Sebab budaya baca adalah fondasi kemajuan individu, bangsa dan peradaban,” imbuhnya.

Narasumber lainnya, Nenny Kencanawati yang juga merupakan Pembina Dewan Perpustakaan Jawa Barat memaparkan, buku merupakan media yang paling dipercayai kandungan informasinya. “Jadikan buku sebagai media informasi utama keluarga,” ujarnya.

pameran literasi
DENGARKAN DONGENG: Anak-anak serius mendengarkan dongeng di salah satu stand pameran literasi di Gedung Sate, Kamis (12/7).

Menurutnya, anak adalah harapan untuk membangun masa depan. Dan buku adalah jendela dunia untuk membangun generasi cemerlang. Ia memberikan tips dalam membangun minat baca anak. Yakni merangsang rasa ingin tahu anak dengan buku bacaan sesuai dengan usia dan minatnya. “Alokasikan dana khusus untuk membeli buku dan bacaan,” tuturnya.

Dalam keseharian di rumah, orang tua juga harus menjawab pertanyaan yang diajukan anak dengan mengutip dari buku sehingga merangsang anak untuk membaca dari sumbernya langsung. “Jika kesadaran sudah terbangun, orang tua bisa menyediakan perpustakaan mini di rumah,” pungkasnya. (and/adv)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.