Down For Life Mumpuni di Tingkat Dunia

Jalani Pengadilan Musik DCDC ke-25

10
IING IRWANSYAH/JABAR EKSPRES
JADI BAROMETER: Suasana pengadilan musik DCDC ke 25 selalu mendapat sambutan meriah dari para pecinta musik metal.

BANDUNG – Band beraliran metal/hardcore asal Solo, Down For Life kali ini mendapat bagian terdakwa dan harus menjalani Pengadilan Musik DCDC ke-25.

Pengadilan yang digelar di Kantinnasion The Panas Dalam, ini harus membawa mereka untuk dimintai pertanggungjawaban atas prestasi musik cadas di tanah air dan mancanegara.

Band yang dibentuk awal tahun 2000 tersebut, digawangi Adjie (vokal), Jojo (bass), Rio (gitar), Isa (gitar) dan Latief (drum). Hampir dua dekade band tersebut berada di ranah musik independen telah merilis dua album penuh, yakni Simponi Kebisingan Babi Neraka pada 2007 serta Himne Perang Akhir Pekan pada 2013.

Karya-karya mereka mendapat respon positif, terbukti dari terpilihnya album mereka dalam jajaran album terbaik versi beberapa majalah musik tanah air. mereka juga mendapat apresiasi luar biasa dengan julukan ‘Pasukan Babi Neraka’.

“Pada awalnya, predikat ini ditujukan pada Down For Life sendiri, berangkat dari definisi “babi” sebagai binatang yang dianggap menjijikan, serakah, kotor bahkan dianggap haram tapi dagingnya disukai karena kelezatannya,” kata Adji sang vokalis di Bandung, kemarin (14/9).

“Paradigma itu juga menarik dan sejalan dengan Down For Life karena tidak sedikit orang yang menyukai musik kami tapi di waktu yang sama juga dibenci karena kebisingannya,” lanjut dia.

Sementara itu, Perwakilan DCDC, Agus Danny Hartono mengatakan, keberhasilan Down For Life di ajang Wacken Open Air 2018 menjadi alasan pihaknya mendatang band cadas dari Kota Solo tersebut.

Menurutnya, mereka berhasil masuk 15 besar dari 31 negara . Salah satunya mungkin juara dari 208 band menerobos menjadi juara satu dan diberangkatkan ke Jerman.

’’Biasanya Jawa Barat mendominasi tapi sekarang dari Solo,” kata Agus.

Kedepan, pihaknya akan mendatangkan band-band dari luar Jawa Barat. Sebab, Pengadilan Musik DCDC sudah memiliki brand dan menjadi semacam talkshow yang tidak lagi mempedulikan siapa yang menjadi terdakwa.

“Respon penonton setiap pengadilan musik Alhamdulillah semakin banyak dan bukan sepi, banyak kursi yang terisi penuh karena ini adalah segmen muda,” kata dia.

Pencapaian terbesar Down For Life pun diraih 2018, ketika mereka berhasil terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang Wacken Metal Battle Indonesia 2018. Mereka berhasil menyingkirkan lebih dari 300 band dalam negeri dan mampu merebut satu tiket menuju Jerman.

Keberhasilan mereka mengantongi suara terbanyak dari juri mengantarkan mereka ke panggung perdana di Eropa, yaitu Wacken Open Air 2018, salah satu festival heavy metal yang terbesar di dunia. Mereka bertempur di Wacken Metal Battle, Jerman pada tanggal 1 Agustus 2018.

Dalam ajang tersebut, mereka berjuang melawan 27 negara lain dari seluruh dunia. Agresivitas musik dan kepiawaian dalam menggeber lagu demi lagu mendapatkan sorotan dari metalheads maupun para juri. Down For Life pun menduduki peringkat 13 dari total 28 band.

Seperti biasanya, pengadilan Musik untuk episode 25 yang mengadili Down For Life dipimpin seorang hakim, yaitu Man (Jasad). Sementara jaksa penuntut diwakili Budi Dalton dan Pidi Baiq. Untuk pembela, Down For Life dibantu Yoga (PHB) dan Ruly Cikapundung. Jalannya persidangan pun dipandu Eddy Brokoli sebagai panitera. (mg1/yan)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.