Bailey Terkendala Alat Berat

Korban Meninggal Bertambah Jadi Lima

89
EVAKUASI KORBAN: BPBD saat melakukan evakuasi warga yang terkena banjir. Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto telah mengeluarkan pernyataan tanggap darurat.

TASIK – Jembatan Pasanggrahan-Ciandum di Jalan Raya Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya yang terputus akibat diterjang banjir bandang mulai diperbaiki, kemarin (7/11).

Seiring telah datangnya sejumlah material bagi pembangunan jembatan bailey yang merupakan akses penghubung Kabupaten Tasikmalaya dengan Garut.

Kepala Satuan Kerja dari Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional Wilayah III Jawa Barat Andry Irfan mengatakan jembatan bailey yang akan dipasang sepanjang 70 meter.

ads

”Jembatan bailey didesain untuk kendaraan ringan maksimal muatan total seberat 15 ton, Insya Allah bisa dilewati oleh bus perintis nantinya,” ujar dia saat ditemui di lokasi bencana kemarin.

Nantinya, kata dia, jembatan bailey akan dipasang selebar 5 meter. Dan lokasi jembatan bailey ditempatkan di lokasi jembatan yang ada. ”Karena struktur jembatan yang roboh ini  masih memungkinkandan layak,” terangnya.

Andry menambahkan pihaknya akan mengupayakan pemasangan bailey atau jembatan sementara selesai sesuai rencana yakni sekitar 5-6 hari ke depan. ”Untuk sementara, kendala dalam memasang jembatan bailey ini dari sisi memobilisasi alat berat ke sisi barat yang kemungkinan melalui arah Cikajang Garut yang mengangkut crane berkapasitas 50 ton,” paparnya.

Sementara untuk jembatan permanen, kata Andry, pihaknya mulai hari ini (8/11) akan melakukan identifikasi teknis. “Kemungkinan besar dari analisis awal, kita akan geser sedikit posisi jembatan ke lahan yang lebih baik,” ungkapnya.

Pihaknya menduga penyebab robohnya jembatan pesanggrahan karena dihantam material yang dibawa aliran sungai saat banjir bandang. ”Dugaan kerusakan akibat jembatan diterjang arus deras yang membawa material bebatuan dan pepohonan yang terbawa arus dari hulu sungai,” terangnya.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Doni Eka Putra mengatakan sampai saat ini jembatan yang merupakan jalan Nasional terputus total. Untuk itu, terus berkoordinasi dengan Polres Garut dalam mengamankan lalu lintas. ”Kita sudah pasang rambu-rambu, agar masyarakat jangan melewati terlebih dahulu,” ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, belum ada jalan alternatif untuk dilalui masyarakat. Kecuali memutar terlebih dahulu ke Kabupaten Garut.” Untuk roda empat tidak bisa melintas kecuali memutar lewat Garut. Tapi bagi roda dua bisa menggunakan jembatan gantung,” tandasnya.

Sebagai informasi akibat musibah lima korban tewas, dan satu bocah belum ditemukan. Mereka yang meninggal yakni, Anin bin Engkar, 50, perempuan warga Kampung Cikondang, Desa Bojongsari Kecamatan Culamega. Satiin, 40, warga Kampung Cikaung Desa Cikuya Tasikmalaya. Elsa, 8, warga kampung Cikondang, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega. Mardin, 52, Kampung Cikaung, Desa Cikuya Kecamatan Culamega, dan Odin, 35, warga Kampung Cimindi.

Warga Kampung Jajawai, Desa Cipatujah, Samsul, 33, korban selamat. Dia mengaku terpaksa menjebol atap rumahnya untuk menyelamatkam diri dari banjir. Karena luapan Sungai Cipatujah begitu cepat datang.

Dia menceritakan air Sungai Cipatujah mulai datang saat tengah malam sekitar pukul 24.00, ketika itu air sudah menggenangi halaman rumahnya. ”Saat itu kami tidak langsung bergegas pergi meninggalkan rumah, karena air menggenang ketika hujan sudah dianggap biasa,” ujarnya.

Namun sekitar pukul 01.00, luapan air begitu cepat datang sehingga tidak bisa menyelamatkan barang-barang. ”Terpaksa kami menjebol langit-langit dan genting untuk menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Sebab kondisi air, kata dia, sudah lebih dari 2 meter menggenangi rumahnya. Sehingga dia dan keluarga tidak sempat menyelamatkan harta bendanya. ”Semua barang terendam, yang kami pikirkan hanya keselamatan diri,” jelas dia.

Ditambah kondisi listrik sudah padam sehingga tidak terlihat untuk pijakan. ”Kondisinya tidak mungkin untuk keluar dari rumah, sehingga kami naik ke atas rumah,” katanya.

Tidak hanya barang-barang bawaan yang terendam, kata dia, semua ternak milik warga termasuk dirinya sebanyak 15 ekor ikut terendam bersama kandangnya. ”Mudah-mudahan ternak ada yang mengganti,” paparnya.

Warga lainnya, Pupu, 45, mengatakan sebelum datangnya luapan air sungai, terlebih dahulu terdengar suara gemuruh. ”Sekilas terdengar mirip ada ombak datang,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto menyebutkan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah secara resmi menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari dalam penanggulangan bencana banjir dan longsor di wilayahnya

”Kami nyatakan tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Tasikmalaya,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Drs Erry Purwanto MSi menilai kondisi alam yang sudah rusak, menjadi faktor utama terjadinya bencana banjir dan longsor di Cipatujah.

”Dimana sekarang, bukit-bukit di hulu sungai sudah gundul. Yang mengakibatkan air tumpah masuk ke sungai, sehingga banjir bandang,” ujarnya usai meninjau langsung lokasi banjir bandang di Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Erry, dari hasil koordinasi dengan unsur terkait dan aparat di Cipatujah, banjir mengalir sangat deras mulai dari hulu hingga muara di Pantai Cipatujah. Ditambah saat itu kondisi laut di Samudara Indonesia sedang posisi rob. Pertemuan antara air yang mengalir dari sungai dan laut, mengakibatkan air meluap hingga melewati batas lantai jembatan. ”Karena air sangat besar, akhirnya menabrak tiang penyangga hingga menyebabkan ambruk,” ungkapnya.

Adanya bencana ini, kata Erry, harus menjadi evaluasi semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Bahwa kondisi alam di Kabupaten Tasikmalaya sudah banyak yang rusak. ”Ini sebuah peringatan untuk menyadarkan kita semua,” paparnya.

Untuk itu, dia meminta Pemkab Tasikmalaya segera melakukan koordinasi dengan Basarnas dan pihak lain dalam upaya pemulihan. ”Kita harap ada penanganan cepat dari pemerintah baik daerah, provinsi maupun pusat atas bencana ini,” tandasnya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya Mamik M Fuadi ST MT menjelaskan jembatan dan jalan di Desa Ciandum Kecamatan Cipatujah berstatus Jalan Nasional Selatan Jawa. ”Panjang jalan yang amblas sekitar 20-30 meter-an,” terang dia.

Sehingga kewenangan anggaran untuk memperbaikinya, kata dia, menjadi ranah Pemerintah Pusat yang dibantu Balai Besar Jalan Provinsi Jawa Barat. ”Jadi kita hanya bisa membantu dari sisi data, membantu tenaga teknis dan menyediakan peralatan jika dibutuhkan,” jelasnya.

Melihat tingkat kerusakan jalan, analisa Mamik, untuk sementara jalan hanya bisa dipasang dengan jembatan bailey. Supaya masih bisa di lewati, karena jalan tersebut merupakan penghubung antara Tasik-Garut.

”Untuk perbaikan jalan dan jembatan supaya normal lagi tergantung anggaran, jika anggaran tanggap darurat perbaikannya ada. Ya bisa cepat diperbaiki,” ungkapnya. (ujg/dik/ign)

Banjir Bandang Tasikmalaya

Banjir bandang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Selasa (6/11) dinihari. Hujan deras yang terjadi sejak Senin malam , menyebabkan sejumlah sungai di wilayah Tasikmaya meluap.

Daerah Terdampak
Kecamatan Cipatujah, Kecamatan Karang Nunggal, dan Kecamatan Culamega.

1 Jembatan Putus

5 Desa Terisolasi
* Desa Ciandum
* Ciheras
* Pameutingan
* Sukahurip
* Cipanas

173 Rumah terendam

Korban Tewas
1. Anin bin Engkar (50), perempuan warga Kampung Cikondang, Desa Bojongsari Kecamatan Culamega.
2. Satiin, 40, warga Kampung Cikaung Desa Cikuya Tasikmalaya
3. Elsa, 8, warga kampung Cikondang, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega.
4. Mardin (52), Kampung Cikaung, Desa Cikuya Kecamatan Culamega.
5. Odin (35) warga Kampung Cimindi

Korban hilang
Fajar Fian Surahman (10).

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.