HUT ke-72 TNI, Kodam Rehab Rumah Tidak Layak Huni

bedah rutilahu
TAMPAK GEMBIRA: Acih (tengah) janda berumur 80 tahun yang hidup sebatang kara setelah ditinggal wafat suami dan anak-anaknya mengaku kaget saat dirinya dinyatakan mendapat bantuan untuk rehab rumahnya yang tidak layak huni, saat acara TMMD ke 100 wilayah Sumedang yang dilaksanakan Kodim 0610/Sumedang di Desa Sukarapih, kemarin (14/9).

jabarekspres.com, BANDUNG – Memperingati hari jadi ke-72 TNI Kodam III/Siliwangi menggandeng Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) menggelar Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk Veteran.

Dikatakan Dandim 0618/BS Letkol Inf Arfin Dahlan, program tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dan TNI ke Veteran. Dalam pelaksanaannya, program ini diserahkan Kodim dan Koramil sebagai komando kewilayahan.

”Untuk tahun ini Koramil 1802/Cibeunying merenovasi 5 rumah. Untuk tahap pertama, saat ini sudah mulai dikerjakan dua rumah yakni rumah bapak Onih di RT 2/6 Gang Pesantren Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler dan rumah bapak Samsudi di RT 2/5 jalan Pesantren Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler,” ujar Dandim 0618/BS Letkol Inf Arfin Dahlan didampingi Danramil 1802/Cibeunying Mayor Inf Engkos Kosim saat melakukan peninjauan ke lokasi Rutilahu Veteran, seperti siaran pers yang diterima redaksi, kemarin (14/9).

Tiga rumah sisanya sebut Dandim, akan dikerjakan pada tahap berikutnya. ”Saya berharap Danramil dan Babinsa agar selalu dekat dengan rakyat dan selalu bantu kesulitan masyarakat. Semoga apa di kerjakan oleh akan memberikan manfaat yang baik kepada masyarakat dan menjadikan ibadah,” tandasnya.

Sementara itu kegiatan serupa juga di lakukan Kodim 0610/Sumedang, mereka berencana akan merenovasi rumah janda berumur 80 tahun di Dusun Margalaksana RT 01/8 Desa Sukarapih, Kecamatan Sukarapih, Kabupaten Sumedang. Acih, janda ditinggal mati yang beruntung itu, mengaku kaget rumahnya akan direnovasi. ”Selama ini saya menggantungkan hidup dari belas kasihan tetangga, karena seumur hidup saya setelah ditinggal suami sekitar 30 tahun lalu dan dikarunia anak dua orang akan, tetapi mereka juga telah meninggal sejak dilahirkan,” ujar Acih.

Rumahn Acih saat ini berukuran 2×5 meter, rencananya akan direhab menjadi lebih luas 4×6 meter, disesuaikan dengan ukuran tanahnya. ”Bahwa secara faktual penunjukan rumah yang layak untuk di Rutilahu bukan atas kehendak atau permintaan pemilik rumah tersebut. Akan tetapi berdasarkan hasil survey dan pengajuan dari aparat desa setempat yang dianggap paling memenuhi kriteria untuk direhab,” kata Letkol Arm I Made Mertha Yasa,S.Sos sebagai Dansatgas TMMD ke 100 di Kab Sumedang.

Made mengatakan merasa senang bisa membantu masyarakat yang membutuhkan. ”Hal ini merupakan suatu wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat karena TNI lahir dari rakyat dan kembali kepada rakyat,” imbuhnya.

Kegembiraan juga dirasakan Ketua RW 8, Dusun Margalaksana Toto, dia menyebutkan pengajuan untuk rehab rumah milik Acih seorang jompo ini sudah diajukan beberapa kali kepada pemerintah. Akan tetapi baru saat pelaksanaan TMMD bersama Kodim Sumedang perehaban rumah ini akan direalisasikan. ”Dan saya yakin saat pelaksaan TMMD berlangsung perehaban rumah milik bu Acih ini akan selesai 100 persen sesuai waktu yang telah dijadwalkan pemerintah daerah dan TNI,” ungkapnya optimistis. (ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here