Djanur: Lini Tengah Kurang Kreator, Sayap Mudah Terbaca

0
SKOR KACAMATA: Pemain Persib Bandung Carlton Cole mencoba melewati lawannya dari Arema FC pada pertandingan pembuka Liga 1 Indonesia 2017 di Stadion GBLA, Kota Bandung, Sabtu (15/4). Persib Bandung harus puas berbagi poin satu dengan Arema FC.

jabarekspres.com, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, memberikan analisisnya atas hasil seri tanpa gol yang diraih timnya saat melawan Arema FC dalam laga pertama Liga 1, Sabtu lalu.

Dia menilai timnya tak punya kreator serangan di sektor tengah. Aliran bola Persib pun lebih banyak memanfaatkan kecepatan-kecepatan dari sisi sayap.

”Betul, aliran bola kita dari sayap,” kata Djadjang, seperti dikutip laman resmi klub Persib.co.id.

”Lawan sudah bisa antisipasi itu. Kita kurang kreator dari tengah ke depan. Jadi jalur tengah masih kurang greget,” tambahnya.

Menurut dia, saat melawan Arema, aliran bola Persib banyak terarah pada Atep dan Febri Hariyadi di sayap. Namun tak ada umpan silang yang berarti yang mereka hasilkan kepada Shohei Matsunaga atau Carlton Cole yang jadi andalan lini depan.

Persib sebenarnya punya Raphael Maitimo yang diharapkan bisa jadi  kreator permainan dari lini tengah. Namun, pemain naturalisasi itu mengalami iritasi mata sehingga tak bisa bermain melawan Arema.

”Sudah ada pikiran melegakan dengan begabungnya Maitimo sebagai midfielder,” kata Djadjang. ”Tapi aya-aya wae (ada-ada saja, Red) harus sakit mata karena iritasi. Sehingga terkendala untuk dimainkan,” ucapnya.

Djadjang sudah memainkan Michael Essien sebagai starter dan Cole sebagai pengganti saat melawan Arema. Namun, kedua mantan pemain Chelsea itu gagal membantu Persib meraih kemenangan. Djadjang menyatakan, persoalan kebugaran masih jadi kendala kedua pemain itu.

Di sisi lain, Djanur juga buka suara terkait penampilan Michael Essien dan Carlton Cole yang belum apik. Menurutnya, kedua pemain ini masih proses adaptasi. Akan tetapi, hadirnya jebolan Premier League itu tak mengubah apapun. Persib hanya mampu bermain imbang melawan Arema.

”Penampilan Essien saya pikir cukup bagus di cuaca yang tropis. Dia bisa memberikan sentuhan yang magis, ditarik karena kondisinya masih belum prima,” ungkap Djanur kepada wartawan.

Essien memang tak bermain penuh dalam laga tadi. Dia ditarik keluar menit ke-78 dan digantikan Dedi Kusnandar. ”Cole juga sama juga masalah pada fisik sehingga belum bisa memberikan kontribusi untuk tim,” papar dia.

Djanur sendiri agak kecewa dengan hasil ini. Namun, dia enggan untuk terus meratapi hasil itu dan memilih fokus untuk laga selanjutnya. ”Tapi, kami optimistis bisa menang di laga berikutnya. Selamat buat Arema,” pungkas pelatih asal Majalengka itu. (ies/JPG/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here