PLTS Terapung 60 MW di Saguling Siap Serap 400 Tenaga Kerja Lokal

PLTS Terapung 60 MW di Saguling Siap Serap 400 Tenaga Kerja Lokal
Direktur Utama PLN Indonesia Power bersama jajaran perusahaan mitra dan Wakil Bupati Bandung Barat melakukan seremoni peletakan pasir pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan PLTS Terapung Saguling. Kamis (25/9). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Saguling di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diproyeksikan menyerap ratusan tenaga kerja lokal selama masa konstruksi.

Proyek strategis nasional dengan investasi sekitar Rp1 triliun ini ditargetkan rampung dalam 15 bulan dan akan menjadi salah satu ikon energi hijau baru di Jawa Barat.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menyebut proyek ini akan membuka lapangan kerja signifikan di tengah masyarakat.

Baca Juga:FIFA Tegaskan Tak Ada Rencana Tambah Jumlah Tim di Piala Dunia 2030Timnas Indonesia Umumkan Skuad untuk Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Tak Ada Nama Hilgers dan Marselino!

“Tenaga kerja yang diserap untuk proyek ini mencapai sekitar 400 orang selama masa konstruksi. Ini menjadi bagian penting dari manfaat sosial proyek, selain kontribusinya bagi lingkungan dan ketahanan energi nasional,” ujarnya saat Commencement Ceremony di Waduk Saguling, Kamis (25/9/2025).

Bernadus menjelaskan, PLTS Terapung Saguling berkapasitas 60 MWac atau setara 85 MWp. Pembangkit ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 130 GWh listrik per tahun, cukup untuk memenuhi kebutuhan energi sekitar 50 ribu rumah tangga.

“Selain memperkuat pasokan listrik, pembangkit ini juga akan menekan emisi karbon hingga 104 ribu ton CO2 per tahun. Jadi manfaatnya ganda, bagi lingkungan sekaligus mendukung transisi energi,” imbuhnya.

Menurut Bernadus, PLTS Terapung Saguling merupakan proyek energi terbarukan pertama yang memasuki tahap konstruksi setelah Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 disahkan oleh Menteri ESDM pada Mei 2025.

“Kalau Cirata itu sudah berjalan sebelumnya. Proyek Saguling ini menjadi ground breaking pertama pasca RUPTL terbaru disahkan,” jelasnya.

Proyek ini digarap oleh PT Indo ACWA Tenaga Saguling, perusahaan patungan antara PLN Indonesia Power dan investor energi terbarukan asal Arab Saudi, ACWA Power.

Sementara itu, pekerjaan konstruksi dipercayakan kepada China Energy Engineering Corporation (CEEC), kontraktor internasional berpengalaman di berbagai proyek PLTS terapung.

Baca Juga:Sampai Jumpa di West Java Championship, Catat Tanggal Pelaksanaannya!Dembele Raih Ballon d'Or 2025, Sebut Barcelona Tetap di Hati

Bernadus menegaskan, pembangunan ini akan memperkuat sistem kelistrikan Jawa-Bali. Dalam kondisi darurat seperti pemadaman, PLTS Saguling dapat difungsikan sebagai pasokan cadangan, khususnya untuk wilayah Jawa Barat.

“PLTS Terapung Saguling termasuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 109/2020. Pemerintah menempatkan proyek ini sebagai bagian dari strategi mempercepat transisi energi, sekaligus memenuhi target bauran energi terbarukan 23 persen pada 2025 dan komitmen Net Zero Emission 2060,” jelasnya.

0 Komentar