Negara Ambil Alih Perawatan Bayi Terlantar di Citalem Bandung Barat

Warga berbondong-bondong ingin mengadopsi bayi mungil yang dibuang di halaman rumah belakang warga di Desa Citaleum, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat. Dok Pemdes Citaleum
Warga berbondong-bondong ingin mengadopsi bayi mungil yang dibuang di halaman rumah belakang warga di Desa Citaleum, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat. Dok Pemdes Citaleum
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyerahkan bayi perempuan yang ditemukan warga di Kampung Citalem, Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor, ke panti asuhan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Keputusan ini sekaligus menetapkan sang bayi sebagai anak negara yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Sehari setelah ditemukan, bayi tersebut telah ditetapkan sebagai anak negara yang menjadi tanggung jawab pemerintah,” Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Bandung Barat, Tin Kartini saat dikonfirmasi, Minggu (13/7/2025).

Baca Juga:Pelatih Dewa United Puji Penampilan Timnya Usai Kunci Posisi Ketiga Piala Presiden 2025Dewa United Gagalkan Ambisi All Star, Coach RD: Mereka Tim yang Matang

Tin menjelaskan, penyerahan dilakukan melalui pihak kepolisian karena bayi tersebut turut dijadikan barang bukti dalam penyelidikan kasus penelantaran.

“Kami pastikan bayi sudah mengantongi surat keterangan sehat dari puskesmas setempat sebelum dipindahkan ke panti asuhan,” kata Tin Kartini.

Menurut Tin, sejak awal tahun 2025, Dinsos Bandung Barat telah menangani enam kasus penelantaran bayi, termasuk satu yang berakhir dengan kematian.

“Jumlah ini sudah terlalu tinggi, rata-rata satu kasus setiap bulan. Ini menjadi alarm penting bagi kita semua untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa sekitar 90 persen dari kasus penelantaran bayi dipicu oleh masalah hubungan di luar nikah dan kondisi ekonomi yang sulit.

“Karena bayi sudah diserahkan ke Pemprov Jabar, proses pengurusan hingga adopsi sepenuhnya menjadi kewenangan mereka,” pungkas Tin Kartini.

Sebelumnya, Seorang bayi perempuan ditemukan dalam kondisi lemah di depan pintu sebuah rumah di Kampung Citalem, Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Selasa malam, 8 Juli 2025.

Baca Juga:Dewa United Raih Juara Ketiga Piala Presiden 2025 Usai Kalahkan Liga Indonesia All Star 2-0Cegah Kehamilan Berisiko, 48 Ibu di Bandung Barat Ikut Program MOW Gratis

Bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB, masih hidup dan terbungkus kain sarung bermotif batik. Di sampingnya, terdapat selembar kertas yang berisi pesan yang diduga ditulis oleh orang tua bayi.

Kepala Desa Citalem, Mauludin Sopian, menjelaskan bahwa penemuan bayi ini bermula saat seseorang mendengar ketukan pintu di rumah warga, diikuti suara tangisan bayi dari luar.

“Ketika pintu diketuk, lampu rumah dimatikan. Tidak lama kemudian terdengar tangisan bayi di depan rumah,” ujar Mauludin saat dikonfirmasi, pada Rabu 9 Juli 2025.

Pemilik rumah yang ketakutan tidak berani keluar, sehingga menghubungi tetangganya lewat telepon untuk memeriksa keadaan di depan pintu.

0 Komentar