JABAR EKSPRES – Ancaman bencana hidrometeorologi mulai menjadi perhatian Pemerintah Kota Cimahi seiring memasuki musim penghujan setelah melewati kemarau panjang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengungkapkan, terdapat sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami tanah longsor, tersebar di tiga kecamatan dan 15 kelurahan.
Seluruh wilayah tersebut memiliki titik-titik yang perlu diwaspadai karena berpotensi terdampak bencana, terutama ketika intensitas hujan meningkat.
Baca Juga:BPBD Tasikmalaya: Ada 117 Bencana Selama Oktober, Kekeringan Masih MendominasiSiap Bersaksi di Sidang Roy Suryo Cs, Jokowi Bawa Dokumen Ijazah Asli ke PN Jakarta Timur
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, mengatakan pemetaan wilayah rawan longsor dilakukan berdasarkan pengalaman kejadian bencana sebelumnya serta langkah antisipasi yang telah dilakukan.
Beberapa kawasan yang menjadi perhatian di antaranya Cipeucang, sekitar Tegal Kawung, wilayah selatan di sekitar Cireundeu, hingga kawasan utara yang berada di bagian bawah seperti Kampung Terobosan.
“Kalau pengalaman yang pernah kejadian dan pernah kita antisipasi, daerah Cipeucang sekitar Tegal Kawung, daerah Selatan sekitar Cireundeu, kemudian daerah Utara bagian yang sudah agak ke bawah sekitar Kampung Terobosan dan sebagainya,” ungkapnya, Jumat (6/11/2026).
Selain mengantisipasi tanah longsor, BPBD Kota Cimahi juga mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir. Salah satu langkah yang tengah disiapkan yakni penerbitan Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat Hidrometeorologi.
Fithriandy yang akrab disapa Andi menjelaskan, penetapan status tersebut disesuaikan dengan informasi dan perkembangan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurutnya, potensi curah hujan tinggi perlu diantisipasi dengan meningkatkan kesiagaan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebencanaan, mulai dari personel, peralatan, hingga dukungan lintas instansi.
“Kita ber posko di BPBD, melibatkan dengan instansi vertikal yang lain, TNI, Polri, relawan, semuanya kita libatkan untuk mengantisipasi hal kejadian tersebut karena kita harus melibatkan seluruh masyarakat karena urusan bencana bukan cuma urusannya BPBD,” tutur Andi.
Baca Juga:Personel TNI AL Bergerak ke Jakarta, Ini Penjelasan Resmi KadispenalPGN Perkuat Pengembangan Bisnis dan Operasional Berbasis Energi Rendah Karbon
Di sisi lain, upaya mitigasi bencana kepada masyarakat juga terus dilakukan BPBD Kota Cimahi. Sosialisasi tidak hanya difokuskan ketika musim penghujan tiba, tetapi telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak musim kemarau.
Pada musim hujan, edukasi masyarakat lebih diarahkan pada langkah menghadapi berbagai potensi bencana, seperti banjir, banjir limpasan, banjir bandang, hingga tanah longsor berskala kecil.
