JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mencatat sebanyak 117 kejadian dan laporan kebencanaan selama periode 1-31 Oktober 2026. Kekeringan masih mendominasi, disusul kebakaran lahan dan tanah longsor yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Tasikmalaya, dari total 117 laporan tersebut, sebanyak 69 laporan atau 59 persen berkaitan dengan permohonan pendistribusian air bersih akibat kekeringan.
Sementara itu, kebakaran lahan tercatat sebanyak 31 kejadian atau 26 persen, tanah longsor sebanyak 16 kejadian atau 14 persen, serta cuaca ekstrem satu kejadian atau sekitar 1 persen.
Baca Juga:Siap Bersaksi di Sidang Roy Suryo Cs, Jokowi Bawa Dokumen Ijazah Asli ke PN Jakarta TimurPersonel TNI AL Bergerak ke Jakarta, Ini Penjelasan Resmi Kadispenal
Kalaksa BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengatakan tingginya laporan kekeringan menunjukkan masih adanya wilayah yang membutuhkan bantuan pemenuhan air bersih, meskipun saat ini kondisi cuaca mulai kembali memasuki musim penghujan.
“Selama periode Oktober, tercatat sebanyak 117 kejadian dan laporan kebencanaan. Yang paling mendominasi adalah laporan permohonan pendistribusian air bersih akibat kekeringan,” ujar Roni, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, sejumlah kecamatan masih menjadi wilayah dengan laporan kebencanaan cukup tinggi. Tanjungjaya menempati posisi tertinggi dengan 15 laporan, yang terdiri atas 14 laporan kekeringan dan satu kebakaran lahan.
Disusul Kecamatan Singaparna dengan 12 laporan, masing-masing enam kebakaran lahan dan enam laporan kekeringan.
Kemudian Karangnunggal mencatat sembilan laporan, terdiri atas dua tanah longsor dan tujuh kekeringan.
Kecamatan Bojonggambir dan Sukaraja masing-masing mencatat tujuh laporan. Di Bojonggambir, terdapat lima kejadian tanah longsor, satu cuaca ekstrem, dan satu kekeringan. Sedangkan di Sukaraja, satu laporan kebakaran lahan dan enam laporan kekeringan.
Adapun Kecamatan Pancatengah dan Manonjaya masing-masing mencatat lima laporan. Pancatengah terdiri atas empat kebakaran lahan dan satu kekeringan, sedangkan Manonjaya meliputi satu tanah longsor dan empat kekeringan.
Baca Juga:PGN Perkuat Pengembangan Bisnis dan Operasional Berbasis Energi Rendah KarbonXPENG Resmikan Experience & Service Center ke-11 di Bandung, Hadirkan Layanan 3S Terintegrasi
Roni menjelaskan, meskipun hujan mulai kembali turun, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Perubahan kondisi cuaca tidak serta-merta menghilangkan risiko bencana, terutama di wilayah yang memiliki kondisi geografis rawan.
BPBD juga mencatat sejumlah dampak bencana selama Oktober, di antaranya kerusakan empat rumah, dua fasilitas kesehatan, serta kerusakan pada infrastruktur jalan dan irigasi. Selain itu, terdapat 31 laporan dampak terhadap lingkungan.
