Ia meminta DPUTR segera berkoordinasi dengan seluruh komponen terkait untuk merumuskan kesepakatan bersama atau nota kesepahaman (MoU). Kesepakatan tersebut nantinya menjadi dasar pembagian tugas, penentuan jadwal pelaksanaan, serta pola penganggaran setiap program.
Dadang berharap pembahasan dengan pemerintah daerah lain dapat segera dilakukan. Ia bahkan mengusulkan agar koordinasi tersebut dapat dilanjutkan pada bulan berikutnya sehingga komitmen bersama bisa dibahas dalam proses evaluasi anggaran.
Menurutnya, kerja sama lintas daerah diperlukan karena persoalan banjir memiliki keterkaitan dengan aliran air yang melintasi batas administratif. Dengan adanya kesepakatan, masing-masing daerah dapat mengambil bagian sesuai kewenangannya.
Siapkan Tiga Unit Alat Berat untuk Pemeliharaan Sungai
Baca Juga:Cidadap hingga Cibiru Rawan Longsor, Sejumlah Wilayah Bandung Terancam BanjirAncaman Banjir hingga Gempa Mengintai Cimahi, Wilayah Ini Jadi Sorotan
Selain memperkuat perencanaan dan kerja sama lintas daerah, Pemkab Bandung juga menyiapkan dukungan sarana untuk meningkatkan kapasitas pemeliharaan sungai.
Dadang menyampaikan, pemerintah daerah berencana melakukan pengadaan satu unit alat berat jenis beko pada tahun ini. Selanjutnya, sedikitnya dua unit tambahan akan diupayakan pada Januari 2027.
Dengan rencana tersebut, Pemkab Bandung menargetkan penambahan sedikitnya tiga unit alat berat untuk mendukung pekerjaan pemeliharaan sungai.
Meski demikian, penggunaannya tetap akan dikoordinasikan dengan BBWS Citarum dan PSDA Provinsi Jawa Barat. Koordinasi diperlukan agar pelaksanaan pemeliharaan sesuai dengan kewenangan masing-masing instansi dan dapat dilakukan secara simultan.
“Insyaallah tahun ini kita membeli satu unit beko untuk pemeliharaan sungai dan juga tahun depan Januari kita juga akan tambah minimal dua dulu,” ujar Dadang.
Ia berharap dukungan alat berat tersebut dapat meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan pemeliharaan sungai. Namun, ia menegaskan bahwa pengadaan sarana harus berjalan beriringan dengan perencanaan program dan pola penganggaran yang tepat.
“Untuk pemeliharaan, kita akan bekerja sama dengan BBWS dan PSDA. Tujuan kita bagaimana meminimalisir persoalan banjir di Kabupaten Bandung,” katanya.
Baca Juga:MJO dan Gelombang Kelvin Aktif, Jawa Barat Waspada Hujan Lebat dan BanjirKolam Retensi Belum Cukup, Gedebage Masih Dibayangi Banjir saat Musim Hujan
Dalam rapat tersebut, Dadang juga menyinggung program penanganan daerah irigasi yang disampaikan BBWS Citarum. Ia menyebutkan adanya informasi mengenai alokasi anggaran sekitar Rp200 miliar untuk program daerah irigasi.
Namun, Pemkab Bandung masih menunggu kepastian mengenai cakupan anggaran tersebut, apakah diperuntukkan bagi seluruh wilayah Jawa Barat atau secara khusus untuk Kabupaten Bandung.
