JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang. Kali ini, distribusi dilakukan di RT 02 RW 02, Kelurahan Karangmekar, Kota Cimahi, Kamis (5/11/2026).
Sebanyak satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan warga. Bantuan tersebut diberikan menyusul mulai berkurangnya pasokan air dari sumur bor maupun jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Asisten Administrasi Umum Kota Cimahi, Mochamad Ronny, mengatakan dampak kemarau panjang tahun ini cukup luar biasa. Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat menjadi perhatian pemerintah, terutama bagi warga di wilayah RW 02 Kelurahan Karangmekar.
Baca Juga:Debit Air Kurang, Komisi V Desak Penanganan Alternatif Venue Ski Air PorprovMusim Kemarau, Debit Air Baku Alami Penurunan hingga 40 Persen
“Banyak warga yang memerlukan karena sumur bor ataupun dari PDAM sekarang akhirnya sudah mulai kurang. Meskipun hujan beberapa kali sudah turun, tetap sumur dangkal itu airnya belum keluar,” kata Ronny pada awak media.
Menurutnya, pemerintah berharap intensitas hujan meningkat dalam beberapa waktu ke depan. Berdasarkan informasi dari BMKG, hujan diperkirakan masih berpotensi turun sehingga dapat membantu memulihkan ketersediaan air tanah dan pasokan air bersih bagi masyarakat.
Ronny menjelaskan, persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di satu wilayah. Sejumlah titik di Kota Cimahi berpotensi mengalami kondisi serupa. Namun, penyaluran di RW 02 Kelurahan Karangmekar kali ini dilakukan secara simbolis.
“Ya, ini sesuai permintaan warga. Ini kalau kurang, misal kebutuhan air bersihnya masih kurang akan kita kirim lagi tangki berikutnya,” kata Ronny.
Ia memastikan Pemkot Cimahi akan kembali mengirimkan bantuan apabila pasokan air yang diberikan belum mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Ya, kalau permintaan warga masih kurang, akan kita penuhi,” ujarnya.
Di tengah ancaman kekeringan, Pemkot Cimahi juga menyiapkan langkah alternatif untuk menjaga ketersediaan air bersih. Salah satunya melalui pembangunan sejumlah sumur artesis yang dilakukan melalui kerja sama dengan TNI.
Ronny menyebutkan, terdapat lima titik pembangunan sumur artesis yang direncanakan berada di wilayah Kelurahan Cibabat. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air alternatif bagi masyarakat ketika pasokan air mengalami penurunan.
