“Mudah-mudahan itu juga bisa mengurangi atau bisa memenuhi kebutuhan air bersih,” tuturnya.
Lebih jauh, Ronny menyoroti persoalan penurunan muka air tanah yang terjadi setiap tahun. Berdasarkan kondisi yang disampaikannya, penurunan air tanah di Kota Cimahi mencapai hampir 15 sentimeter per tahun.
Karena itu, ia mendorong masyarakat ikut berperan menjaga cadangan air tanah melalui upaya konservasi lingkungan. Salah satunya dengan membuat sumur resapan maupun lubang biopori di lingkungan tempat tinggal.
Baca Juga:Debit Air Kurang, Komisi V Desak Penanganan Alternatif Venue Ski Air PorprovMusim Kemarau, Debit Air Baku Alami Penurunan hingga 40 Persen
Ronny berharap penurunan muka air tanah yang mencapai hampir 15 sentimeter setiap tahunnya dapat ditekan. Untuk itu, dia mendorong masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga ketersediaan air tanah dengan membuat sumur resapan maupun lubang biopori, sehingga penurunan air tanah tidak semakin drastis dari tahun ke tahun.
“Jadi ketersediaan air tanah kalau yang membuat sumur air dangkal bisa terpenuhi,” tandasnya. (Mong)
