JABAR EKSPRES – Perumda Tirtawening menyampaikan kekeringan yang terjadi di Kota Bandung tertangani. Sebanyak 19 unit tangki terdiri dari 15 unit mobil tangki kapasitas 5.000 liter ditambah 4 unit mobil tangki kapasitas 2.000 liter seperti Hidran Umum (HU) standby setiap hari untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga kota Bandung baik pelanggan ataupun bukan pelanggan Perumda.
Menurut Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung Rizky Mediantoro kesulitan air bersih salah satunya diakibatkan dampak musim kemarau dimana pasokan debit air baku termasuk air permukaan minim dan menurun.
“Kami Perumda Tirtawening Kota Bandung mengucapkan permohonan maaf terlebih dahulu kepada pelanggan-pelanggan yang saat ini mungkin mendapatkan kualitas pelayanan yang masih jauh dari harapan. Penurunan itu setelah kami hitung terjadi hingga 40% atau sekitar 500 liter per detik,kemarau ini sangat berpengaruh dan terasa ke kualitas pelanggan. Ketika debit air berkurang meski sebetulnya fluktuatif. Namun memang saat hujan pasokannya cukup, ” ujar Rizky, Kamis (22/10/2026).
Baca Juga:Perumdam Tirta Anom Kota Banjar Gelar Program Spesial Sambut Hari Pelanggan NasionalSambut Hari Pelanggan, Perumdam Tirta Anom Banjar Gratiskan Biaya Balik Nama Rekening Air Periode Ini!
Selain kamarau juga ada kendala teknis khususnya jaringan pertumbuhan menuju pelanggan. Namun kendala-kendala tersebut kata dia, bisa ditanggapi dan ditangani dengan baik, cepat serta tepat salah satu solusinya dengan memusatkan pengaduan.
“Sehingga pelanggan dapat mengetahui dan merasakan kapan air ini akan kembali mengalir. Per tanggal 20 Agustus – 20 Oktober, kami sudah menyelesaikan untuk pengaduan itu terpusat. Pengaduan wilayah itu kami tarik ke pusat untuk ditangani dan ditanggapi oleh tim yang dari Badak Singa. Call Center ini juga nanti bisa menjadi saluran atau kanal untuk teman-teman pelanggan, bilamana tidak hanya masalah teknis saja tetapi juga menyiapkan solusi untuk mengirimkan mobil tangki kepada pelanggan,” tuturnya.
Masih kata Rizky untuk wilayah pelayanan ada di 6 wilayah dan itu sudah ter-cover oleh 19 unit mobil tangki tersebut.
Pihaknya pun akan menyiapkan penambahan lagi sekitar 5 unit mobil tangki untuk kapasitas 2.000 liter.
Lanjut dia, prosedur permintaan mobil tangki itu atas aduan pelanggan, pertama secara komplimen (pelengkap kewajiban utama) karena memang itu bentuk tanggung jawab perusahaan.
“Imbas dari kemarau belum bisa memenuhi kebutuhan air ke pelanggan secara kontinyu, kalau kompimen waktunya menunggu,” tandasnya.
