Asep Ismail Dorong Pemuda Jadi Generasi Tangguh dan Berjiwa Sosial

Asep Ismail Dorong Pemuda Jadi Generasi Tangguh dan Berjiwa Sosial
Wabup Bandung Barat, Asep Ismail saat memimpin apel peringatan hari Sumpah Pemuda ke 98 di Lapang Mekarsari Pemda KBB. Senin (2/11). Dok Prokompim KBB
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam membangun masa depan bangsa melalui pengabdian, semangat juang, dan kepedulian terhadap persoalan sosial.

Ia mengatakan, generasi muda harus memiliki karakter patriotik, gigih, dan berempati. Ketiga nilai tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

“Generasi muda harus memiliki jiwa patriotik. Artinya, mencintai Indonesia bukan hanya melalui kata-kata, tetapi dibuktikan dengan pengabdian dan tindakan nyata,” ujarnya, Senin (2/11/2026).

Baca Juga:Percikan Las Menyambar Terpal, Fasilitas Wall Climbing Unjani Cimahi TerbakarLindungi Peternak, Kementan Perkuat Harga Ayam 

Menurutnya, semangat pantang menyerah juga harus tertanam dalam diri pemuda. Kegagalan dan berbagai kesulitan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berjuang maupun mengurungkan niat memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

“Generasi muda harus gigih menghadapi kesulitan, tidak mudah runtuh ketika mengalami kegagalan, dan tidak berhenti berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi bangsa,” katanya.

Selain patriotisme dan kegigihan, Asep menekankan pentingnya membangun empati terhadap lingkungan sekitar. Generasi muda tidak boleh hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi, tetapi juga harus peka terhadap kesulitan yang dialami orang lain.

“Empati berarti tidak hanya memikirkan keberhasilan diri sendiri, tetapi juga mampu merasakan kesulitan saudara kita dan memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Ia menegaskan, patriotisme, kegigihan, dan empati merupakan nilai yang harus berjalan beriringan. Sebab, semangat cinta tanah air tanpa kepedulian sosial akan kehilangan makna, sedangkan perjuangan tanpa nurani dapat kehilangan arah.

“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Asep berharap, peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat patriotisme, menumbuhkan daya juang, serta meningkatkan kepedulian antarsesama.

Baca Juga:Optimalkan Budaya Lokal dan Teknologi, Menekraf Dorong Desa Jadi Pusat Eknomi KreatifTak Sekadar Razia, Operasi Patuh Lodaya di Singaparna Hadirkan Edukasi hingga Cek Kesehatan Gratis

“Nilai-nilai inilah yang harus terus kita hidupkan sebagai wujud tanggung jawab generasi muda dalam melanjutkan cita-cita perjuangan para pemuda tahun 1928,” ungkapnya.

Ia pun mengajak generasi muda, khususnya di Kabupaten Bandung Barat, untuk menjaga semangat persatuan di tengah perbedaan serta mengambil peran nyata dalam membangun bangsa.

0 Komentar