JABAR EKSPRES – Desa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif baru. Kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital dinilai mampu membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan nilai ekonomi potensi lokal.
Hal tersebut menjadi perhatian Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya saat mengunjungi Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu.
Dalam kunjungan tersebut, Riefky melihat secara langsung potensi ekonomi kreatif masyarakat sekaligus mendorong pengembangan desa kreatif berbasis komunitas. Menurutnya, kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki desa dapat menjadi aset ekonomi bernilai tambah apabila dikelola melalui inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi.
Baca Juga:Tak Sekadar Razia, Operasi Patuh Lodaya di Singaparna Hadirkan Edukasi hingga Cek Kesehatan GratisSekda Jateng Bakal Tindak Tegas ASN Terlibat Judi Online
Berbagai kegiatan digelar untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Desa Kadipaten. Mulai dari diskusi pengembangan desa kreatif, pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung usaha masyarakat, hingga pertunjukan seni yang memadukan tari dan musik tradisional bundengan.
Kegiatan tersebut juga dilengkapi dialog bersama masyarakat guna menggali potensi serta mengidentifikasi tantangan dalam mengembangkan ekonomi kreatif di tingkat desa.
Riefky menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu faktor penting agar pelaku ekonomi kreatif di desa mampu mengembangkan usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan demikian, potensi lokal tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga dapat menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan pemerintah daerah bersama DPRD terus berupaya mendorong pengembangan potensi lokal, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seni, serta budaya.
Menurut Afif, kemampuan memanfaatkan teknologi digital, media sosial, dan kecerdasan buatan perlu diperkuat agar pelaku ekonomi kreatif mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus meningkatkan pemasaran produk.
Ia berharap pengembangan desa kreatif tidak berhenti di Desa Kadipaten, tetapi dapat diperluas ke desa-desa lain di Kabupaten Wonosobo.
Melalui pendampingan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas pelaku usaha, potensi seni serta budaya lokal diharapkan dapat berkembang menjadi produk industri kreatif yang memiliki daya saing.
Baca Juga:Perkuat Pengawasan Program Nasional, Inspektorat Tasikmalaya Dorong APIP Lebih ProaktifDi Hari Sumpah Pemuda, Taj Yasin Minta Aksi Nyata Pemuda Atasi Persoalan Masyarakat
Pengembangan desa kreatif pun diharapkan menjadi salah satu strategi untuk membuka peluang ekonomi baru, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan menjadikan desa sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi daerah.
