Lindungi Peternak, Kementan Perkuat Harga Ayam 

Lindungi Peternak, Kementan Perkuat Harga Ayam 
Ilustrasi ayam peternak. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah terus berupaya memperbaiki harga ayam hidup di tingkat peternak yang masih mengalami tekanan. Selain mengendalikan produksi, Kementerian Pertanian (Kementan) kini memperkuat penyerapan hasil panen peternak serta membenahi rantai distribusi agar harga jual dapat kembali memberikan keuntungan yang layak.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan pemerintah menargetkan harga ayam hidup di tingkat peternak dapat meningkat secara bertahap hingga melampaui harga pokok produksi (HPP). Target jangka panjangnya adalah mencapai harga acuan pembelian (HAP) sebesar Rp25.000 per kilogram.

“Kami terus mendorong harga ayam hidup di tingkat peternak naik bertahap di atas harga pokok produksi (HPP) dan menuju harga acuan pembeli (HAP) tingkat peternak sebesar Rp25.000 per kilogram,” kata Agung dikutip dari ANTARA, Senin (2/11).

Baca Juga:Optimalkan Budaya Lokal dan Teknologi, Menekraf Dorong Desa Jadi Pusat Eknomi KreatifTak Sekadar Razia, Operasi Patuh Lodaya di Singaparna Hadirkan Edukasi hingga Cek Kesehatan Gratis

Saat ini, Kementan mengimbau agar harga ayam hidup di tingkat peternak minimal berada pada Rp22.000 per kilogram. Angka tersebut diharapkan dapat menjadi batas harga yang lebih layak, terutama bagi peternak mandiri yang selama ini menghadapi tekanan biaya produksi.

Tekanan harga ayam sebenarnya telah berlangsung sejak pertengahan 2026. Pada Mei 2026, pemerintah bersama pelaku usaha menyepakati harga minimal Rp19.500 per kilogram untuk ayam dengan bobot 1,8 kilogram atau lebih. Namun, realisasi harga di tingkat kandang pada Juni hingga Juli justru merosot ke kisaran Rp12.000-Rp14.000 per kilogram.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah mengambil sejumlah langkah pengendalian, mulai dari penundaan sementara layanan rekomendasi usaha perunggasan, pengaturan produksi anak ayam umur sehari atau day old chick (DOC), hingga meminta rumah potong hewan unggas (RPHU) meningkatkan penyerapan ayam dari peternak.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil pada Agustus hingga September 2026. Harga ayam hidup di tingkat kandang relatif stabil pada kisaran Rp22.000-Rp23.000 per kilogram. Meski demikian, tren positif tersebut belum bertahan lama karena harga kembali terkoreksi menjadi Rp18.000-Rp20.000 per kilogram pada Oktober.

Memasuki awal November, pemantauan asosiasi peternak menunjukkan harga mulai bergerak naik ke kisaran Rp21.000-Rp22.500 per kilogram. Kendati demikian, pemerintah menilai penguatan harga masih diperlukan agar peternak memiliki ruang usaha yang lebih sehat.

0 Komentar