Dengan cakupan pekerjaan yang meliputi tribun, lapangan sepak bola, jogging track, pagar pembatas hingga jembatan penghubung, penyelesaian proyek ini diharapkan mampu menghadirkan kawasan olahraga yang lebih terintegrasi.
Keberadaan fasilitas tersebut nantinya bukan hanya menunjang penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga diharapkan menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk berolahraga, sekaligus mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi atlet daerah.
Meski demikian, besarnya anggaran yang dialokasikan harus diimbangi dengan pengawasan pelaksanaan pekerjaan secara optimal. Ketepatan waktu, kualitas konstruksi, transparansi penggunaan anggaran, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan.
Baca Juga:Setelah Tiga Pekan Dicari, Gadis 15 Tahun di Padakembang Ditemukan di SingaparnaDPR Desak BPK Evalulasi WTP Kemenhut, Ada Potensi Kerugian Negara hingga Rp104 Triliun!
Adanya aktivitas pembangunan Stadion Olahraga (SOR) Kaliki, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, saat ini tidak hanya ditandai dengan mulai bergeraknya para pekerja di lapangan. Dukungan sekaligus pesan dari masyarakat juga terlihat menghiasi gerbang masuk kawasan olahraga tersebut.
Sejumlah spanduk yang dipasang salah satu komunitas masyarakat di pagar gerbang utama SOR Kaliki menjadi perhatian. Spanduk tersebut memuat beragam tulisan bernada dukungan, sindiran, hingga permintaan agar pembangunan fasilitas olahraga itu benar-benar dituntaskan.
Salah satu spanduk bertuliskan, “Alhamdulillah, SOR Mangunreja akan dilanjutkan pembangunannya. Kami ikut mendukung dan mengawal proses pembangunan agar tidak jadi candi lagi.”
Tulisan lainnya berbunyi, “Ada gula ada semut. Waktu mangkrak kami jadi korban, waktu ngabangun kalian mo jadi sultan. Boa Edan.”
Pesan-pesan tersebut menggambarkan respons masyarakat terhadap kelanjutan pembangunan SOR Kaliki yang sebelumnya sempat terhenti dan menjadi perhatian publik. Di satu sisi, masyarakat menyambut positif dimulainya kembali pembangunan. Namun, di sisi lain, ada harapan agar proyek tersebut tidak kembali terbengkalai dan pelaksanaannya benar-benar diawasi.
Kehadiran spanduk itu juga menjadi semacam pengingat bahwa masyarakat tidak sekadar menantikan pembangunan secara fisik, tetapi menginginkan kepastian bahwa fasilitas olahraga yang telah lama dinantikan tersebut bisa segera diselesaikan dan dimanfaatkan.
Masyarakat kini menantikan agar pembangunan kawasan SOR Kaliki benar-benar rampung sesuai jadwal. Sebab, anggaran puluhan miliar rupiah yang digelontorkan pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan fasilitas olahraga yang aman, berkualitas, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. (Hen)
