Setiap bagian pertunjukan terasa saling terhubung, dengan lagu-lagu yang menjadi medium untuk menyampaikan cerita di balik perjalanan band. Ribuan suara penonton yang bernyanyi bersama, berpadu dengan berbagai momen spesial dan kejutan sepanjang konser, menciptakan suasana yang intim sekaligus penuh emosi. Malam itu, penonton bukan hanya menyaksikan perjalanan for Revenge, tetapi juga menjadi bagian dari cerita yang sedang ditutup di atas panggung.
Bagi Boniex Noer, vokalis for Revenge, konser ini merupakan bentuk apresiasi band kepada para pendengar yang telah menemani perjalanan mereka selama dua dekade. Ia menegaskan bahwa perjalanan 20 tahun for Revenge tidak hanya dibentuk oleh para personel, tetapi juga oleh orang-orang yang menemukan cerita dan tumbuh bersama melalui musik mereka.
“Dua puluh tahun ini bukan perjalanan yang selalu mudah. Ada banyak hal yang sudah kami lewati, banyak cerita yang mungkin tidak semuanya terlihat dari luar. Tapi, kami bisa sampai di titik ini karena ada banyak orang yang terus berjalan bersama kami, terutama teman-teman yang mendengarkan dan tumbuh bersama lagu-lagu for Revenge. Konser ini adalah persembahan kami untuk mereka. Kami ingin semua yang hadir bisa merasakan perjalanan 20 tahun ini, bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari cerita for Revenge,” ujar Boniex.
Baca Juga:PGN Solution Perkuat Kolaborasi dengan Direktorat Metrologi untuk Keandalan Akurasi Pengukuran GasSoal Polemik Eks Setda Tasikmalaya, Bupati Cecep Respon Kekhawatiran Seniman
Dari sisi penyelenggara, CEO Antara Suara, Andri Verraning Ayu, menyebut Titik Sadrah sebagai pengalaman konser yang dirancang untuk membawa penonton masuk lebih dalam ke cerita dan emosi yang ingin disampaikan for Revenge. Bukan hanya melalui musik, tetapi juga melalui keseluruhan pengalaman selama pertunjukan berlangsung.
“Ada pengalaman, cerita, dan rasa sadrah yang kami ingin ciptakan. Melalui Titik Sadrah, kami berharap penonton benar-benar ikut merasakan perjalanan for Revenge selama 20 tahun. Semoga pengalaman menyaksikan 2,5 jam pertunjukan Titik Sadrah bisa menyisakan kenangan seumur hidup bagi setiap penonton yang hadir, juga perasaan sadrah akan hal pahit yang tengah mereka alami hari itu. Karena pada akhirnya setiap orang juga punya cerita dan perjalanan hidupnya masing-masing,” jelas Andri.
