Rumah Warga Terancam Usai Lima Kali Longsor di Perumahan Buana Flamingo Cimahi

Rumah
Sebuah alat berat jenis ekskavator dikerahkan untuk membersihkan material puing longsoran yang menimbun di kawasan Perumahan Buana Flaminggo, Cimahi, Sabtu (31/10/2026). (Mong)
0 Komentar

Terkait dampak terhadap bangunan, Widya menyebut sejauh ini terdapat satu unit rumah yang terdampak langsung. Pengembang juga mengklaim telah mengamankan bangunan tersebut.

“Kalau untuk bangunan sendiri terdampaknya kebetulan satu unit ini. Karena kan yang unit yang lain sudah tidak didiami karena sudah tanggalnya lagi,” kata Widya.

“Jadi sementara untuk ini satu unit yang terdampak dan itu sudah kita amankan,” sambungnya.

Baca Juga:Tak Sekadar Razia, Operasi Patuh Lodaya di Singaparna Hadirkan Edukasi hingga Cek Kesehatan GratisSekda Jateng Bakal Tindak Tegas ASN Terlibat Judi Online

Penghuni rumah tersebut untuk sementara dipindahkan ke rumah registap yang disediakan pengembang. Langkah itu dilakukan untuk menghindari risiko karena posisi rumah berdekatan langsung dengan area longsoran.

“Penghuninya sementara kita kebetulan ada rumah registap, kita pakai kan rumah registap dulu untuk pengamanan dari konsumen yang berdampingan langsung dengan kondisi di longsorannya ini,” tutur Widya.

Di lokasi kejadian, upaya penanganan masih berlangsung. Pengembang memprioritaskan pengamanan bagian dalam lereng dengan memperkuat struktur menggunakan ucuk, kemudian dilanjutkan dengan pemadatan tanah.

“Penanganan sementara karena kita ngamanin untuk area dalam dulu karena ini kan longsoran itu kan terjadi dari atas, makanya kita amanin dulu di sini, kita perkuat lagi dengan ucuk dan nanti kita pemadatan lagi,” kata Widya.

Setelah penanganan bagian dalam selesai, pengembang berencana mengerjakan area luar. Salah satu langkah yang disiapkan ialah membangun saluran air agar aliran tidak kembali bergerak tanpa kendali.

“Setelah itu kita baru fokus di area luar. Luar itu nanti kita bikin saluran karena air itu jangan sampai liar lagi. Kita tangkap dengan saluran-saluran, kemudian kita nanti akan pembikinan terasering,” jelas Widya.

Ia menambahkan, pengembang juga akan membangun terasering serta saluran horizontal dan vertikal untuk mengendalikan aliran air di kawasan tersebut.

Baca Juga:Perkuat Pengawasan Program Nasional, Inspektorat Tasikmalaya Dorong APIP Lebih ProaktifDi Hari Sumpah Pemuda, Taj Yasin Minta Aksi Nyata Pemuda Atasi Persoalan Masyarakat

Mengenai kemungkinan longsor di titik lain, Widya mengklaim belum melihat adanya potensi serupa dalam waktu dekat. Ia menyebut pengembang telah memasang sabuk borpile, menggunakan geotekstil, serta menerapkan sistem terasering di sejumlah area.

“Kalau saya lihat sebulan ini untuk titiknya masih di lokasi ini. Untuk yang lainnya, karena kita sudah ada sabuk dan penanganan sebelum sabuk juga kita pakai geotext, dan kita pakai sistem terasering juga,” kata Widya.

0 Komentar