Bukan Cuma Jaga Kamtibmas, Polres Tasikmalaya Buka Jalan Kerja bagi Warga Sodonghilir

Kapolres saat berdialog dengan warga di Kecamatan Sodonghilir
Kapolres saat berdialog dengan warga di Kecamatan Sodonghilir
0 Komentar

Melalui pendekatan tersebut, polisi berupaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Warga tidak hanya menjadi pihak yang menerima pelayanan keamanan, tetapi juga mitra yang perlu didukung dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, Polres Tasikmalaya menggandeng Pabrik Sepatu Zeinten yang dipimpin Zaenudin untuk memberikan akses informasi mengenai peluang pelatihan kerja bagi masyarakat Sodonghilir dan wilayah sekitarnya.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri alas kaki. Dengan bekal kompetensi yang tepat, warga diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk memasuki dunia kerja.

Baca Juga:Tutup Youth Fest 2026, Wabup Tasikmalaya Tantang Pemuda Jadi Garda Terdepan Lawan Kemiskinan dan KebodohanAsintel Panglima TNI Sambut Atase Militer Negara Sahabat dalam MILAT Tour 2026 di Bandung

Bagi masyarakat yang tengah mencari pekerjaan, akses terhadap informasi dan pelatihan menjadi langkah penting. Tidak sedikit pencari kerja yang membutuhkan keterampilan khusus sekaligus informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja di perusahaan.

Karena itu, kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha diharapkan dapat memperpendek jarak antara pencari kerja dengan industri yang membutuhkan tenaga kerja.

Meski demikian, keberhasilan program ini nantinya akan ditentukan oleh pelaksanaan pelatihan, kesiapan peserta, serta kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan perusahaan. Kesempatan kerja yang terbuka juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga dan keluarganya.

Kepala DPMPTSPTK Kabupaten Tasikmalaya Faisal Soeparianto menyambut baik inisiatif Polres Tasikmalaya tersebut.

Ia menilai persoalan pengangguran tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah seorang diri. Diperlukan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, kepolisian, dunia usaha, hingga masyarakat sebagai calon tenaga kerja.

Sinergi tersebut dinilai penting agar program pelatihan tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar.

Keterlibatan industri juga menjadi unsur penting karena perusahaan dapat memberikan gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan, sementara pemerintah daerah berperan dalam mendukung upaya peningkatan kualitas tenaga kerja.

Baca Juga:8.523 Koperasi Merah Putih Terbentuk di Jateng, 64 Persen Sudah BeroperasiJadi Inspirasi Kader Muda Nasional, Wagub Taj Yasin Berbagi Resep  Kepemimpinan

Program POLIRAN memperlihatkan ruang pengabdian kepolisian yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat. Keamanan dan kesejahteraan sosial memang memiliki persoalan yang berbeda, tetapi keduanya sama-sama membutuhkan kepedulian, komunikasi, dan kerja sama.

Ketika masyarakat memiliki akses terhadap keterampilan dan peluang kerja, terbuka pula kesempatan untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Karena itu, upaya mempertemukan warga dengan dunia industri menjadi salah satu langkah yang dapat mendukung pembangunan sosial di daerah.

0 Komentar