UMKM Bakal Pasok Bahan Makanan MBG, Maman Sebut Formulasi Masih Digodok

UMKM Bakal Pasok Bahan Makanan MBG, Maman Sebut Formulasi Masih Digodok
Ilustrasi pelaksanaan program MBG. Dok. Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rencana pemerintah untuk melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pemasok bahan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikabarkan kembali dibahas.

Bahkan, Kementerian UMKM mengaku saat ini tengah menyiapkan formulasi yang tepat untuk kebijakan tersebut. Seperti disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu.

Dengan melibatkan UMKM di program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut, kata dia, diharapkan dapat membantu program secara maksimal dan tepat sasaran.

Baca Juga:Hasil Lab MBG Negatif, Sanitasi Dapur Panyandaan Justru BermasalahRatusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Warga Geruduk SPPG Kalijaga Cirebon dan Desak Penutupan

“Kementerian UMKM, kita juga sedang menyiapkan formulasi untuk mendorong partisipasi keterlibatan UMKM sebesar-besarnya,” ujarnya, dikutip Senin (26/10/2026).

Selain melibatkan UMKM sebagai pemasok bahan makanan Program MBG, kata dia, Badan Gizi Nasional (BGN) juga tengah melakukan penataan internal.

“Sekarang BGN (Badan Gizi Nasional) selama dipimpin oleh Pak Sudaryono (Kepala BGN) kini sedang melakukan penataan internal. Sekaligus nanti bersama-sama dengan kami dari Kementerian UMKM,” paparnya.

Menteri Maman mengklaim, sejauh ini sudah lebih dari 68 ribuan UMKM yang menjadi pemasok bagi dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Indonesia, seperti bahan makanan, telur dan lainnya. Ia menyebut suplai bahan ini dari daerah masing-masing yang sudah terdata.

“Artinya (sudah diakomodir), tapi dari target 68 ribu itu kita memang menganggap masih perlu ditingkatkan agar partisipasi UMKM sebanyak-banyaknya bisa didapatkan. Ini sedang kita siapkan formulasinya,” ujarnya menegaskan.

Sesuai instruksi dari Presiden Prabowo Subianto, seluruh elemen jajaran kabinet merah putih pada di masa pemerintahannya bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka wajib untuk memberikan perhatian yang besar kepada ekonomi kerakyatan.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta unit usaha, atau sekitar 99,99 persen dari total unit usaha di Indonesia.

Baca Juga:Bupati Herdiat Ungkap Tekanan APBD dan Strategi Penguatan UMKMLibatkan Ribuan Atlet, Porprov Jateng 2026 Jadi Angin Segar Bagi UMKM dan Perhotelan di 5 Daerah

Pada sektor UMKM ini diklaim menyerap tenaga kerja sekitar 123 juta orang atau sekitar 97 persen tenaga kerja nasional. Keberadaan UMKM dianggap menjadi penopang utama dalam mengurangi angka pengangguran.

0 Komentar