JABAR EKSPRES – Kemarahan warga memuncak setelah lebih dari 100 orang dilaporkan menjadi korban dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon.
Warga pun berbondong-bondong mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, untuk mendesak penutupan dapur penyedia makanan tersebut.
Dugaan keracunan itu menimpa siswa SD Taman Kalijaga, SD Kalijaga Permai, dan TK Teratai. Berdasarkan informasi yang dihimpun, lebih dari 100 korban harus mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Cirebon.
Baca Juga:Dies Natalis ke-72 UPI, Rektor Tegaskan Target Melesat Berdampak: Bidik 5 Subjek Masuk Ranking DuniaYORUN 2026 Siapkan Mobil Listrik dan 7 Motor Yamaha Filano, Rizky Febian Siap Meriahkan Acara
Pantauan Radar Cirebon di lokasi menunjukkan warga terus berdatangan ke SPPG Kalijaga yang berada di Jalan Pramuka Pengalang, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti. Sekitar pukul 20.00 WIB Selasa (20/10/2026)
Sejumlah warga tampak berteriak meminta agar operasional dapur MBG tersebut dihentikan. Situasi sempat memanas seiring meningkatnya kemarahan warga yang khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka.
“Kasihan, Pak, anak-anak keracunan. SPPG sudah tidak layak, harus ditutup,” teriak salah seorang warga di lokasi.
Untuk mengantisipasi situasi yang semakin memanas, personel gabungan dari Polres Cirebon Kota dan TNI langsung turun tangan mengamankan area dapur SPPG Kalijaga.
Kehadiran aparat dilakukan di tengah desakan warga yang meminta adanya tindakan tegas menyusul dugaan keracunan massal tersebut.
Peristiwa ini pun memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan makanan yang disalurkan melalui program MBG.
Warga berharap kejadian tersebut segera ditangani secara menyeluruh agar penyebab dugaan keracunan dapat diketahui dan kejadian serupa tidak kembali terulang.(*)
