JABAR EKSPRES – Persatuan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI) mendorong masyarakat untuk peduli pencegahan osteoporosis. Karena, penyakit itu juga terbilang rentan menyerang masyarakat.
Berdasarkan data Kementrian Kesehatan, prevalensi osteopenia di Indonesia sekitar 41,7% dan prevalensi osteoporosis sekitar 10,3%. Hal ini berarti 2 dari 5 penduduk Indonesia berisiko osteoporosis.
Selain itu, osteoporosis juga 2 kali lebih banyak dialami wanita dibandingkan pria.
Baca Juga:Raih Penghargaan Investasi, Ahmad Luthfi Sukses Pacu Ekonomi Jawa TengahBerkat Program Santri Obah Pemprov Jateng, Para Santri Ini Rasakan Kuliah di Luar Negeri
“Kalau ditaksir itu, 1 dari 5 wanita bisa terkena osteoporosis. Sementara pria itu perbandingan 1 dari 7. Memang wanita lebih rentan, ” kata Ketua Umum Perwatusi Anita A. Hutagalung, Jelang Peringatan Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2026, Sabtu (24/10).
Anita menjelaskan, osteoporosis ini penyakit yang gejalanya cenderung tak nampak. Tapi ketika sudah terkena, dampaknya cukup fatal. Misalnya ketika jatuh sedikit, ternyata langsung mengalami patah tulang.
Karena itu, pihaknya cukup peduli dengan penyakit yang satu ini. Ia ingin berbagai upaya pencegahan digencarkan di masyarakat.
Salah satunya adalah dalam peringatan HON 2026 yang akan dipusatkan di Bale Rame Kabupaten Bandung, Minggu (25/10). Osteoporosis adalah kurangnya kepadatan dan kekuatan tulang.
Kondisi itu bisa dicegah. Salah satunya adalah dengan meningkatkan aktivitas tubuh dengan olah raga. Ini bertujuan meningkatkan kekuatan tulang sejak dini. Karena itu, salah satu kegiatan di Kabupaten Bandung nanti adalah dengan senam masal.
“Nanti ada juga edukasi pencegahan dari para ahlinya, ” sambungnya.
Anita menegaskan bahwa Perwatusi adalah organisasi nirlaba dan tidak berpolitik. Pihaknya hadir atas dasar kepedulian terhadap penyakit osteoporosis.
Karenanya ia ingin memperluas edukasi terhadap pencegahan penyakit osteoporosis itu digelorakan di masyarakat. Penyakit itu tak hanya mengancam usia lanjut, tapi juga bisa menyasar anak muda hingga anak – anak.
Baca Juga:Hari Santri 2026, Pemkab Tasikmalaya Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 500 SantriSiasati APBD Terbatas, Pemkab Tasikmalaya Siapkan Wakaf Produktif ASN untuk Beasiswa hingga Ekonomi Pesantren
“Makanya kami ingin kegiatan tak berhenti di sini, tapi akan terus bergerak ke kota kabupaten,” jelasnya.
DPC Perwatusi Cirebon dr. Lusiana menambahkan, osteoporosis ini terjadi karena kurangnya asupan kalsium ke tubuh. Karenanya upaya pencegahan yang baik selain dengan olahraga yang tepat adalah menambah asupan gizi atau suplemen.
Osteoporosis ini terjadi bukan hanya kekurangan gizi, tapi juga karena genetika dan faktor konsumsi obat berkelanjutan.
