Hari Santri 2026, Pemkab Tasikmalaya Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 500 Santri

Hari Santri 2026, Pemkab Tasikmalaya Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 500 Santri
Santri di Tasikmalaya saat mengikuti Upacara HSN 2026. Foto : Humas Pemkab
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Perhatian Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terhadap keberlangsungan pendidikan santri ditunjukkan melalui penyaluran bantuan pendidikan dalam momentum Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Sebanyak 500 santri menerima bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya, sebagai upaya membantu meringankan beban biaya pendidikan mereka.

Komitmen terhadap pendidikan santri tersebut disampaikan Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Tasikmalaya di halaman belakang Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga:Siasati APBD Terbatas, Pemkab Tasikmalaya Siapkan Wakaf Produktif ASN untuk Beasiswa hingga Ekonomi PesantrenProgram Magang Nasional, Kembangkan Skill yang Dibutuhkan Industri

Melalui BAZNAS, setiap santri menerima bantuan sebesar Rp250 ribu. Dengan demikian, total bantuan pendidikan yang disalurkan kepada para santri mencapai Rp125 juta.

Bagi pemerintah daerah, dukungan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan generasi muda, termasuk para santri yang selama ini menempuh pendidikan keagamaan di pondok pesantren.

Tak hanya menyasar santri, perhatian terhadap dunia pendidikan juga diberikan kepada mahasiswa. Pemkab Tasikmalaya mengalokasikan bantuan sebesar Rp478 juta untuk 239 mahasiswa jenjang strata satu (S1), dengan nilai bantuan masing-masing Rp2 juta.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen bersama dalam mendukung keberlanjutan pendidikan, meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa dan santri, serta menyiapkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” ungkap Cecep.

Dengan total bantuan mencapai Rp603 juta, dukungan pendidikan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam membantu generasi muda agar dapat terus menuntut ilmu. Khusus bagi kalangan santri, bantuan ini juga menjadi bentuk perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan di lingkungan pesantren.

Selain memberikan perhatian pada pendidikan, Pemkab Tasikmalaya juga menyiapkan program untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah. Langkah ini diarahkan agar penguatan nilai-nilai keislaman dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi masyarakat.

Cecep menyampaikan, pemerintah daerah akan memulai implementasi 10 Program Ekonomi Syariah melalui kerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Selain itu, terdapat program DKMB Mart berupa pembangunan unit usaha di lingkungan DKMB.

Baca Juga:APBN 2027 Diarahkan Jadi Investasi untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 PersenASUS Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia

“Kita juga akan memulai dua program penting, yaitu implementasi 10 Program Ekonomi Syariah melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dengan KNEKS serta program DKMB Mart, berupa pembangunan unit usaha di lingkungan DKMB,” ujarnya.

0 Komentar