JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat pengelolaan sampah melalui pembenahan infrastruktur dan penambahan peralatan pengolahan.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) yang melibatkan Bank Dunia (World Bank).
Baca Juga:Kisah Perjuangan Santri Cipasung Lahirkan UU Pesantren Libatkan Ribuan Atlet, Porprov Jateng 2026 Jadi Angin Segar Bagi UMKM dan Perhotelan di 5 Daerah
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah tempat pengolahan sampah di Sentiong.
Pemerintah berencana memperbaiki infrastruktur dan mengganti mesin lama dengan peralatan baru agar kapasitas pengolahan sampah meningkat.
Menurut Ngatiyana, mesin bantuan baru tersebut ditargetkan mampu mengolah sampah sebanyak 75-80 ton per hari. Selain Sentiong, fasilitas pengolahan sampah di Lebaksaat juga akan dioptimalkan.
“Dengan mesin yang baru nanti, awal tahun depan sudah bisa terpasang dan dioperasionalkan,” ujarnya seusai kunjungan tim World Bank CPMU dan CPIU dalam rangka program ISWMP, Jumat (23/10/2026).
Pemkot Cimahi juga berencana memindahkan salah satu mesin yang saat ini berada di Sentiong ke Cigugur. Langkah tersebut diharapkan dapat menambah titik pengolahan sampah sehingga penanganannya bisa dilakukan secara lebih merata di wilayah Kota Cimahi.
“Alhamdulillah, perhatian dari World Bank ini untuk Kota Cimahi melalui Kementerian PUPR dan Kemendagri, membantu untuk Kota Cimahi,” kata Ngatiyana.
Ia menilai, dukungan tersebut membuka peluang bagi Cimahi untuk menjadi proyek percontohan atau role model dalam pengelolaan sampah.
Baca Juga:Diduga Menipu Saat Jual Beli 138 Ekor Hewan Kurban, Tersangka Ditangkap di JakartaCegah Kejahatan Sejak Dini, Kapolres Tasikmalaya Turun ke Jalan Sosialisasikan Call Center 110
Ngatiyana juga mengapresiasi kerja keras jajaran Pemkot Cimahi, terutama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), yang terus memprioritaskan penanganan persoalan sampah.
Ia berharap semakin banyak sampah yang dapat diolah di dalam kota sehingga tidak seluruhnya harus dibuang ke TPA.
Menurutnya, program ISWMP turut mendorong perubahan pendekatan dalam pengelolaan sampah. Jika sebelumnya penanganan lebih berfokus pada pembuangan ke TPA Sarimukti, kini pemerintah mulai memperkuat pemilahan sampah sejak dari rumah serta pengolahan di sejumlah fasilitas.
“Ya, jelas ada perbedaan. Kalau kemarin kita hanya fokus dibuang ke Sarimukti, sekarang akan menambah lagi kekuatan bahwa sampah dipilah dari rumah, diolah di tempat, di titik TPST Sentiong dan Lebaksaat,” imbuhnya.
