Sasar Petani hingga MBR, Pemerintah Siapkan Pembiayaan Rp400 Triliun

Petani
Ilustrasi petani di Jawa Barat. (son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah berencana menyalurkan pembiayaan sebesar Rp400 triliun yang menyasar kelompok masyarakat mulai dari petani hingga masyarakat berpenghasilan rendah.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Kamis (22/10).

Program itu direncanakan pada tahun depan atau 2027. Sasarannya adalah petani, nelayan, masyarakat di perdesaan, daerah terpencil dan tertinggal, serta masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan.

Baca Juga:Berkat Program Santri Obah Pemprov Jateng, Para Santri Ini Rasakan Kuliah di Luar NegeriHari Santri 2026, Pemkab Tasikmalaya Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 500 Santri

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga mengapresiasi kehadiran TPAKD yang sudah ada di seluruh provinsi hingga kabupaten kota. Presiden juga menekankan akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai program yang telah dijalankan sejumlah kementerian dan lembaga.

“Kami bangga dengan prestasi yang sudah kita capai bersama, antara lain penyaluran kredit-kredit untuk rakyat. Dan kita juga akan lebih masif lagi,” katanya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menambahkan, TPAKD tidak dibentuk dengan sembarangan yang dibuat untuk mendukung program Asta Cita Pemerintah.

“Saat ini sudah memiliki 552 tim percepatan akses keuangan daerah di seluruh provinsi, kabupaten, kota di Indonesia,” terangnya.

Friderica melanjutkan, hasil kerja sama yang sangat baik antara pemerintah, OJK, BI, dan seluruh pemerintah daerah, kabupaten dan kota di Indonesia telah meningkatkan skala penyaluran pembiayaan kepada debitur melalui beberapa program unggulan TPAKD.

Misalnya program kredit pembiayaan melawan rentenir telah menyalurkan Rp64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur. Kemudian kredit pembiayaan sektor prioritas telah mengucurkan Rp5,4 triliun kepada lebih dari 103.000 debitur.

Lalu Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) telah mencapai 59,36 juta rekening, setara dengan 88,83 persen dari segmen pelajar Indonesia.

Baca Juga:Siasati APBD Terbatas, Pemkab Tasikmalaya Siapkan Wakaf Produktif ASN untuk Beasiswa hingga Ekonomi PesantrenProgram Magang Nasional, Kembangkan Skill yang Dibutuhkan Industri

Ada juga program Laku Pandai telah menjangkau 72.982 desa dan membawa sekitar 17 juta masyarakat masuk ke dalam sistem keuangan formal, sekaligus mendukung penyaluran bantuan pemerintah.

Selain itu, hingga 2026, OJK telah melaksanakan 135 program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di tingkat desa. Program ini mengintegrasikan literasi keuangan, digitalisasi transaksi, pencocokan usaha dengan sumber pembiayaan (business matching), pendampingan usaha, dan pemasaran produk unggulan perdesaan.

Lalu, sebagai wujud nyata perluasan akses pembiayaan produktif, selama periode Agustus hingga Oktober 2026 telah disalurkan kredit sebesar Rp53,15 triliun kepada 2.106.401 debitur.

0 Komentar