Berkat Program Santri Obah Pemprov Jateng, Para Santri Ini Rasakan Kuliah di Luar Negeri

Berkat Program Santri Obah Pemprov Jateng, Para Santri Ini Rasakan Kuliah di Luar Negeri
Berkat Program Santri Obah Pemprov Jateng, Para Santri Ini Rasakan Kuliah di Luar Negeri
0 Komentar

Ia berharap ilmu yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di China kelak dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Semangat serupa juga ditunjukkan Happy Aisyi Madina, penerima beasiswa santri Jawa Tengah yang kini menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Bagi Aisyi, kesempatan memperoleh beasiswa tersebut merupakan amanah besar sekaligus peluang berharga untuk melanjutkan pendidikan dan membantu meringankan beban finansial keluarganya.

Baca Juga:Hari Santri 2026, Pemkab Tasikmalaya Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 500 SantriSiasati APBD Terbatas, Pemkab Tasikmalaya Siapkan Wakaf Produktif ASN untuk Beasiswa hingga Ekonomi Pesantren

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas kesempatan yang telah diberikan kepadanya.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada seluruh pengurus Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren Jawa Tengah atas kesempatan yang sangat berharga dan amanah besar yang telah diberikan kepada saya,” ungkap Aisyi.

Tidak hanya ingin menyelesaikan pendidikan, Ia juga memiliki tekad untuk kembali mengabdikan diri di Jawa Tengah setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar.

Baginya, beasiswa tersebut dapat menjadi jalan untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus mempersiapkan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.

Pada momentum Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2026, Ia berpesan agar para santri di seluruh Indonesia tidak takut bermimpi besar dan berani mengambil kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

Ia meyakini, selama cita-cita yang diperjuangkan berada di jalan yang diridai Allah SWT, setiap usaha harus dijalani dengan keyakinan dan kesungguhan.

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengapresiasi peran santri yang ada di wilayahnya. Provinsi ini setidaknya memiliki 5.400 pondok pesantren dengan 555 ribu santri. Hal itu menurutnya merupakan modal sosial yang perlu terus diperkuat agar pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama tetapi juga melahirkan generasi yang mampu berkontribusi di berbagai bidang.

Baca Juga:Program Magang Nasional, Kembangkan Skill yang Dibutuhkan IndustriAPBN 2027 Diarahkan Jadi Investasi untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Sebagai bentuk apresiasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa telah menginisiasi program Pesantren Obah. Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren.

Pada 2026, disiapkan anggaran Rp6,8 miliar untuk pendidikan di dalam negeri dan luar negeri. Peminat program ini mencapai 942 pendaftar. Dari program tersebut, 15 santri dinyatakan lolos untuk melanjutkan pendidikan ke Mesir, Yaman, dan Tiongkok.

0 Komentar