JABAR EKSPRES – Puluhan keluarga di Kampung Rancawaas, Desa Sukamukti, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau.
Sebagian warga terpaksa membeli air, sementara lainnya harus mengambil dari sumber yang berjarak sekitar satu kilometer.
Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, Kapolsek Majalaya Kompol Asep Dedi bersama masyarakat dan donatur membangun sumur bor di RT 01 RW 09, Desa Sukamukti. Sumur tersebut diproyeksikan membantu sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan pasokan air bersih.
Baca Juga:Kemarau Panjang dan El Nino, Lebih dari 1,2 Juta Warga Jabar Terdampak KekeringanKemarau Melanda Jabar, BPBD Catat 404 Karhutla dan 259 Kecamatan Terdampak Kekeringan
“Memang menurut Pak RW, pada saat kekeringan, khususnya RT 01 ini memang kekurangan air. Dari total 78 KK, kurang lebih 50 KK yang memang perlu dibantu,” kata Asep saat ditemui saat peresmian sumur bor, Rabu (21/10/2026).
Asep menjelaskan, pembangunan sumur bor berawal dari koordinasi Bhabinkamtibmas dengan masyarakat setempat. Setelah mengetahui kondisi warga, pihaknya bersama para donatur melakukan pengecekan lokasi sebelum memulai pengeboran.
Pengerjaan sumur berlangsung selama dua pekan. Hasilnya, air mulai keluar dalam jumlah yang cukup banyak dan terlihat jernih.
“Selama dua minggu kita melaksanakan pengeboran dan sudah tadi terlihat bahwa air begitu banyak dan bersih,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Asep menyebut pihaknya bekerja sama dengan Kepala Desa Majalaya Haji Até dan seorang donatur, Haji Adang, yang turut membantu merealisasikan pembangunan sumur bor tersebut.
Meski air terlihat jernih, Asep mengatakan kualitasnya masih perlu diperiksa untuk memastikan kelayakannya.
Pihaknya berencana berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengetahui apakah air tersebut aman dikonsumsi atau hanya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga:Kemarau Panjang, Polres Cimahi Gelontorkan 8.000 Liter Air Bersih Setiap HariKemarau Tekan Produksi, Harga Sayuran Bandung Barat Merangkak Naik
“Kita akan berkoordinasi dengan dinas untuk melaksanakan pengecekan, apakah memang ini bisa diminum atau hanya sekadar untuk cuci piring atau mandi saja,” katanya.
Asep menambahkan, pembangunan sumur bor juga direncanakan berlanjut ke sejumlah wilayah lain yang mengalami persoalan serupa.
Dalam waktu sekitar dua pekan ke depan, pihaknya berencana melakukan pengeboran di wilayah Padaulun, kemudian Bojong dan desa-desa lainnya.
Namun, pembangunan akan dilakukan berdasarkan hasil survei untuk memastikan lokasi yang paling membutuhkan bantuan.
