JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) merilis data terbaru terkait dampak musim kemarau yang terjadi hingga Rabu, 30 September 2026.
Berdasarkan data tersebut, BPBD Jabar mencatat sebanyak 404 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 30 September 2026.
“Yang terdampak sebanyak 276 desa atau kelurahan di 165 kecamatan dengan total 404 kejadian. Luas (karhutla) mencapai 668,25 hektare,” ujar Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat, Rabu (30/9).
Baca Juga:Tanpa Inez di Championship, Penabur Cirebon Temukan Senjata Baru Jelang Final DBL West JavaSempat Terancam Comeback, Fivers Singkirkan Trimulia dan Tembus Final DBL West Java
Selain karhutla, dampak musim kemarau juga terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat. Salah satunya kekeringan. Menurut Hadi, BPBD Jabar mencatat sebanyak 781 desa atau kelurahan di 259 kecamatan terdampak kekeringan.
“Dengan total yang terdampak sebanyak 361.259 KK (kepala keluarga) atau 1.196.815 jiwa,” ungkapnya.
Hadi menuturkan, untuk menanggulangi dampak tersebut, pihaknya bersama sejumlah instansi terkait telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak musim kemarau.
“Total air yang telah disalurkan tercatat mencapai 34.219.250 liter. Distribusi terbanyak berada di Kabupaten Bekasi sebanyak 13.963.950 liter, kemudian Kabupaten Bogor 7.306.000 liter, Kabupaten Ciamis 2.060.000 liter, Kabupaten Pangandaran 2.008.000 liter, dan Kota Tasikmalaya 1.404.000 liter,” pungkasnya.(San)
