JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta seluruh aparatur kewilayahan segera memetakan rukun warga (RW) yang berpotensi mengalami kesulitan air bersih sebagai langkah antisipasi dampak El Nino.
Langkah tersebut dilakukan menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi kekeringan yang perlu diantisipasi pemerintah daerah.
Farhan mengatakan, peringatan tersebut sebelumnya disampaikan Kepala BMKG dalam pertemuan wali kota se-Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah di Kota Bogor.
Baca Juga:Libatkan Ribuan Atlet, Porprov Jateng 2026 Jadi Angin Segar Bagi UMKM dan Perhotelan di 5 DaerahDiduga Menipu Saat Jual Beli 138 Ekor Hewan Kurban, Tersangka Ditangkap di Jakarta
“Dalam pertemuan tersebut, Kepala BMKG telah menyampaikan bahwa kita sedang mengalami musim hujan yang dipengaruhi El Nino. Terakhir kali kondisi seperti ini terjadi di Indonesia pada 1997,” ujar Farhan, Rabu (21/10/2026).
Menurut Farhan, pemetaan wilayah rawan kekurangan air bersih diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui lokasi yang membutuhkan penanganan lebih awal. Dengan begitu, bantuan dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran apabila warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Bandung juga telah menyiagakan Perumda Tirtawening untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak kekeringan.
Perumda Tirtawening disiapkan untuk menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki berdasarkan laporan kebutuhan dari wilayah.
“Begitu ada laporan, PDAM sudah siaga menyalurkan air menggunakan tangki,” tandasnya.
Farhan berharap, koordinasi antara aparatur kewilayahan dan Perumda Tirtawening dapat mempercepat penanganan apabila terjadi krisis air bersih. Pendataan sejak dini menjadi bagian penting agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah potensi dampak El Nino. (dam)
