BANDUNG – Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama UNSW Business School Australia memperkenalkan aplikasi Smart Tambak. Inovasi berbasis teknologi digital ini dirancang untuk membantu petambak mendeteksi penyakit udang sejak dini.
Aplikasi tersebut diharapkan menjadi solusi bagi petambak tradisional agar produktivitas budidaya meningkat sekaligus risiko kerugian akibat serangan penyakit dapat ditekan. Pengenalan Smart Tambak digelar di Hotel Kimaya, Jalan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10).
Sekitar 80 undangan hadir dalam kegiatan itu. Mereka terdiri atas jajaran Unpad, UNSW Business School Australia, perwakilan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, petambak udang dari sejumlah daerah, serta perwakilan pemerintah daerah, Kementerian PPN/Bappenas, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Baca Juga:Yonarmed 4/Parahyangan Gagalkan Penyelundupan di Perbatasan, Pangdam III/Siliwangi Beri ApresiasiHUT ke-62 Golkar: Kader Jabar Perkuat Pengabdian dan Regenerasi di TMP Cikutra
Program riset ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional. Tujuannya menghadirkan inovasi yang tidak hanya menghasilkan temuan akademik, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha budidaya udang tradisional.
Principal Investigator Digital Resilience and Management Studies (DRMS) Unpad, Prof. Hamzah Ritchi, menyatakan pengembangan Smart Tambak berangkat dari keinginan agar hasil penelitian perguruan tinggi memberi dampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan riset tidak semata-mata diukur dari publikasi ilmiah. Yang lebih penting adalah sejauh mana penelitian mampu menjawab persoalan nyata di lapangan.
“Yang lebih bermakna adalah dampak bagi masyarakat yang menjadi bagian dari apa yang kami lakukan,” ujar Hamzah.
Ia menjelaskan, petambak tradisional selama ini masih menghadapi keterbatasan dalam mengidentifikasi penyakit udang. Kondisi itulah yang mendorong tim peneliti mengembangkan pendekatan berbasis teknologi digital sesuai kebutuhan mereka. Melalui Smart Tambak, Unpad berupaya menghadirkan solusi yang dikembangkan bersama masyarakat, bukan sekadar teknologi yang kemudian diterapkan kepada mereka. Keterlibatan petambak dalam proses penelitian menjadi kunci agar aplikasi benar-benar sesuai kondisi lapangan.
Saat ini Smart Tambak masih berada dalam tahap prototipe. Tim peneliti telah melakukan interaksi, wawancara, serta uji coba bersama petambak di sejumlah wilayah pesisir Jawa Barat, baik di kawasan utara maupun selatan. Respons positif muncul. Petambak menunjukkan keinginan untuk terus menggunakan aplikasi tersebut.
