Ekonomi Indonesia Diklaim Masih Stabil?

Ekonomi RI Diklaim Masih Stabil?
Menkeu Suahasil Nazara mengklaim ekonomi Indonesia masih stabil di tengah gejolak global. Foto: ANTARA
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah mengklaim bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini masih stabil, di tengah gejolak global. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Menurutnya, kinerja perekonomian Indonesia saat ini tetap resilien meskipun menghadapi berbagai guncangan seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terjun bebas 11,6 persen pada Jumat (16/10) pekan kemarin.

Itu, kata dia, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid, inflasi yang terkendali, hingga defisit APBN yang terjaga.

Baca Juga:IHSG Anjlok, Indonesia Terancam Masuk Standalone Market?Penerapan Harga Saham Rp1 Bukan Pemicu Anjloknya IHSG, Benarkah?

“Kami melaporkan ke Bapak Presiden, kondisi ekonomi makro masih resilien, kondisi transaksi masih sangat resilien jadi kita akan menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan,” ujarnya, dikutip Selasa (20/10/2026).

Di samping itu, ia juga menyebut bahwa pihaknya dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan pendalaman dan efisiensi anggaran pada sisa tahun 2026 ini.

Kendati begitu, kata dia, efisiensi bukan berarti menyetop anggaran. Ia mengungkapkan belanja APBN pada kuartal ke IV 2026 mencapai Rp1.300 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama di tahun lalu yaitu Rp1.200 triliun.

“Ini akan mendorong kegiatan ekononomi di masyarakat termasuk layanan publik pemerintah termasuk perlinsos bantuan pangan sudah bergulir di Q4 dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi dan government expenditure di perekonomian kita,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyebut bahwa pihaknya telah melapor kepada Presiden Prabowo Subianto, terkait kondisi perekonomian yang masih stabil.

“Tadi kami sampaikan kondisi ekonomi stabil,” ujarnya.

Selain itu, Airlangga juga mengungkapkan kondisi pertumbuhan ekonomi terkait target inflasi dan situasi makro dari perbankan serta dari investasi yang tengah berjalan.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya kan memacu seluruh sektor terlebih manufaktur serta mengevaluasi dan menghilangkan hambatan untuk meningkatkan ekspor.

Baca Juga:Purbaya Kena Reshuffle, Prabowo Titip APBN Harus Dukung Program Prioritas ke Menkeu BaruHarga Minyak Tembus US$100, APBN dan Inflasi Indonesia Berpotensi Tertekan

“Ekspor kita pacu dari seluruh sektor termasuk manufaktur sehingga berbagai hal yang bisa mengurangi ekspor pasti kita akan debottienecking melalui satgas,” tutup dia.

0 Komentar