Pastikan Pasien BPJS Tak Dibeda-bedakan, Dewas Kunjungi Puskesmas Cimahi Utara

Sejumlah Pasien sedang Mengantre di Puskesmas Cimahi Utara (Mong)
Sejumlah Pasien sedang Mengantre di Puskesmas Cimahi Utara (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pengawasan pelayanan BPJS Kesehatan di Kota Cimahi dilakukan langsung oleh Dewan Pengawas BPJS Kesehatan melalui kunjungan ke Puskesmas Cimahi Utara, Jumat, 16 Oktober 2026.

Peninjauan ini bertujuan memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, tanpa diskriminasi antara pasien BPJS dan non-BPJS.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program SiBLing (Supervisi, Buktikan, dan Lihat Langsung), yakni mekanisme pengawasan dan penjaminan mutu layanan BPJS Kesehatan di fasilitas kesehatan mitra, mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas dan klinik, hingga Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), termasuk rumah sakit.

Baca Juga:Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK,  Ahmad Luthfi Sudah Ingatkan Pentingnya Clean and Good GovernmentPemprov Jateng Libatkan 123 Perguruan Tinggi Bareng-Bareng Entaskan Kemiskinan

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Addrianto Passat, mengatakan kunjungan langsung ke fasilitas kesehatan menjadi agenda rutin untuk mengevaluasi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut dia, pengawasan tidak hanya berfokus pada keberadaan fasilitas kesehatan, tetapi juga memastikan pasien mendapatkan perlakuan yang setara, terlepas dari status kepesertaan jaminan kesehatannya.

“Karena ada juga fasilitas kesehatan yang mungkin membeda-bedakan pasien ya, antara pasien BPJS dan non-BPJS,” ujar Stevanus saat diwawancarai Jabar Ekspres di lokasi.

Namun, berdasarkan hasil peninjauannya di Puskesmas Cimahi Utara, Stevanus menilai pelayanan yang diberikan telah berjalan dengan baik. Ia mengaku memeriksa proses pelayanan dari awal hingga akhir serta berbincang secara acak dengan sejumlah pasien.

Hasilnya, para pasien yang ditemuinya menyampaikan pengalaman positif selama menjalani pengobatan. Mereka dinilai tidak perlu menunggu terlalu lama, mendapatkan pelayanan yang baik dari tenaga kesehatan, serta memperoleh penjelasan medis dan obat-obatan yang memadai.

“Happynya apa? Enggak nunggu lama, kemudian tenaga kesehatan juga baik-baik semua, kalau penjelasannya lengkap ya obat-obatan juga enggak ada yang kurang-kurangi semuanya, semuanya baik di sini,” katanya.

Stevanus menegaskan, kualitas pelayanan kesehatan tidak mungkin terwujud hanya melalui peran kepala dinas kesehatan maupun kepala puskesmas. Menurut dia, pelayanan yang baik merupakan hasil kerja bersama seluruh tenaga kesehatan dan pihak terkait.

Baca Juga:Cekcok Berujung Maut di Tanjungjaya Tasikmalaya, Korban Dibacok Golok dan Dihantam BatuTerungkap! Siswi SMK di Tasikmalaya Diduga Jadi Target Pengantin Pesanan WNA China

“Jadi kita harus memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat tentunya,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, menyambut kunjungan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan sebagai bagian dari upaya mengevaluasi pelayanan kesehatan di daerah, khususnya bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

0 Komentar