JABAR EKSPRES – Kasus hilangnya DL (16), siswi SMK asal Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, mengungkap dugaan modus eksploitasi anak melalui skema pengantin pesanan.
Polisi menduga korban dibujuk seorang warga negara asing (WNA) asal China untuk pergi ke Jakarta dan menunggu kedatangannya di sebuah apartemen di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten.
Fakta tersebut terungkap dalam ekspose kasus yang dipimpin Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga:Jateng Akan Dijadikan Role Model Penanganan Tuberkulosis421 Desa/Kelurahan di Jateng Berstatus Siaga TB, Pemprov Terus Upayakan Skrining dan Pencegahan
Dalam kesempatan itu, polisi juga mengungkap dugaan aliran dana dari pria yang dikenal korban melalui media sosial untuk membiayai perjalanan korban dari Tasikmalaya menuju Tangerang.
DL sebelumnya dilaporkan hilang setelah berpamitan membeli makanan dari tempat tinggalnya di Kampung Simpang RT 08 RW 04, Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong. Keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kehilangan tersebut kepada kepolisian.
Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk melacak keberadaan korban.
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah DL ditemukan di Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang, pada Minggu (11/10/2026) dini hari.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi menjelaskan bahwa korban diduga berada di apartemen tersebut untuk tinggal sementara sambil menunggu kedatangan seorang pria WNA berinisial XM alias MJ (35), yang disebut berasal dari Guangxi, China.
“Tujuan korban berada di Apartemen Tokyo PIK 2 adalah untuk tinggal sementara sambil menunggu kedatangan Mr. XM alias MJ dari Tiongkok. Kedatangan pelaku bermaksud menindaklanjuti status hubungan mereka,” ujar Ade.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri mengungkapkan bahwa komunikasi antara korban dan pria tersebut bermula dari perkenalan di dunia maya.
Baca Juga:Indonesia Targetkan 7 Medali Emas di Asian Para Games Nagoya 2026Berobat Gratis Kelas 3 di 86 Rumah Sakit, Pemkab Tasikmalaya Tunggu Aturan Main
Pada Agustus 2025, DL diketahui mengunduh aplikasi percakapan HelloTalk setelah mengenal pria tersebut melalui media sosial TikTok.
Komunikasi mereka berlanjut pada Desember 2025. Pria tersebut diduga semakin mendekati korban melalui fitur percakapan hingga keduanya menjalin hubungan sebagai pasangan secara daring.
Dalam perkembangannya, pria tersebut diduga memberikan bantuan finansial kepada korban. Polisi menemukan jejak transaksi keuangan yang diduga digunakan untuk membiayai perjalanan DL dari Tasikmalaya hingga tiba di kawasan PIK 2.
