JABAR EKSPRES – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Cimahi melalui pembiayaan, pelatihan, serta pendampingan usaha. Hingga 2026, PNM mencatat sekitar 20.500 nasabah di Cimahi dengan nilai pembiayaan berjalan atau outstanding mencapai Rp80 miliar.
Upaya tersebut diperkuat melalui kegiatan Pemberdayaan Kapasitas Usaha Akbar 2026 di Gedung Techno Park, Kecamatan Cimahi Selatan, Kamis, 15 Oktober 2026. Mengusung tema “UMKM Cimahi Mantap, Makin Heppi, Kreatif, Berdaya, dan Naik Kelas”, kegiatan ini diikuti 266 nasabah PNM Mekaar dan Ulam.
Pemimpin PNM Cabang Bandung, Danang Setyabudi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan kemandirian pelaku usaha, khususnya perempuan yang menjadi mayoritas nasabah program Mekaar.
Baca Juga:Playlist Rewind 2026 Comeback di Bandung, Gandeng Playmaker, Peterpan hingga Burgerkill Siap Tampil!Sidang Teddy Darmansyah Kembali Digelar, Korban Akui Kerugian Membengkak
Menurut Danang, tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan tujuan yang ingin dicapai bersama. Peningkatan kapasitas usaha diharapkan membuat nasabah lebih percaya diri dalam mengelola bisnis sehingga UMKM di Cimahi semakin kuat, tangguh, dan mampu menggerakkan perekonomian daerah.
“Ketika para nasabah memiliki kemampuan, percaya diri, dan kemandirian dalam mengelola usahanya, maka UMKM akan tumbuh semakin kuat, tangguh, dan mampu menjadi penggerak perekonomian di Kota Cimahi,” ujarnya dalam sambutan.
Danang menjelaskan, PNM menjalankan mandat pemberdayaan ekonomi melalui dua program utama, yakni Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dan Ulam (Unit Layanan Modal Mikro). Program Mekaar berfokus pada pembiayaan kelompok perempuan, sedangkan Ulam menyasar pelaku usaha mikro, baik perorangan maupun badan usaha.
Sejak berdiri pada 1999, PNM terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan ultramikro. Saat ini, perusahaan tersebut memiliki 58 kantor cabang di seluruh provinsi dan 4.619 unit layanan yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di Indonesia.
PNM juga didukung 64.947 tenaga pendamping atau account officer (AO). Sekitar 90 persen di antaranya merupakan perempuan. Di wilayah Bandung, seluruh AO pendamping disebut merupakan perempuan.
Dalam paparannya, Danang menyebut PNM memiliki 12,8 juta nasabah aktif. Selama lima tahun terakhir, perusahaan telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 22 juta pengusaha mikro dan ultramikro dengan total penyaluran mencapai Rp346 triliun.
