Hadapi Musim Hujan, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor

ilustrasi musim penghujann (Dimas/Jabarekspres)
ilustrasi musim penghujann (Dimas/Jabarekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung mulai mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi musim hujan dengan memperkuat koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kesiapan tersebut mencakup pemetaan potensi bencana, penyusunan langkah mitigasi, hingga pemahaman jalur evakuasi bagi masyarakat dan petugas di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan koordinasi dengan BMKG tidak hanya membahas prakiraan cuaca, tetapi juga potensi kegempaan dan pergerakan tanah yang dapat mengancam keselamatan warga.

Baca Juga:Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK,  Ahmad Luthfi Sudah Ingatkan Pentingnya Clean and Good GovernmentPemprov Jateng Libatkan 123 Perguruan Tinggi Bareng-Bareng Entaskan Kemiskinan

“Masukan dari BMKG akan menjadi dasar penyusunan langkah antisipasi yang tepat bagi seluruh OPD terkait,” ujar Didi di Bandung, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak cukup hanya mengandalkan informasi cuaca. Masyarakat dan petugas juga harus memahami kondisi yang mengharuskan evakuasi dilakukan, termasuk jalur yang aman dan lokasi tujuan penyelamatan.

“Harus sudah dipahami kapan saat yang tepat untuk melakukan evakuasi dan ke mana arah evakuasi tersebut,” katanya.

Didi menekankan, pemahaman tersebut penting agar proses penyelamatan dapat berlangsung cepat dan terkoordinasi ketika terjadi keadaan darurat. Terlebih, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, genangan, hingga tanah longsor di kawasan tertentu.

Ancaman banjir menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi selama musim hujan. Berdasarkan dokumen perencanaan tata ruang Kota Bandung, kawasan rawan genangan tersebar di berbagai wilayah kota dengan sekitar 68 titik genangan yang teridentifikasi.

Sejumlah kawasan yang perlu mendapat perhatian berada di sekitar aliran Sungai Cipaku, Cikapundung, Cibeunying, Cipamokolan, dan Cipadung. Kondisi saluran air, kapasitas drainase, serta tingginya curah hujan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya mengurangi risiko banjir.

Adapun wilayah yang memiliki catatan kejadian banjir dan genangan antara lain Kelurahan Cipadung dan Cipadung Kidul di Kecamatan Panyileukan, serta Kelurahan Maleer di Kecamatan Batununggal.

Baca Juga:Cekcok Berujung Maut di Tanjungjaya Tasikmalaya, Korban Dibacok Golok dan Dihantam BatuTerungkap! Siswi SMK di Tasikmalaya Diduga Jadi Target Pengantin Pesanan WNA China

‎”Penanganannya melalui perbaikan sistem drainase. Ada beberapa titik yang saat ini sedang diperbaiki, baik di jalan utama maupun di lingkungan,” kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Selain banjir, ancaman tanah longsor juga perlu diwaspadai, terutama di kawasan utara Kota Bandung yang memiliki kondisi lereng dan kontur tanah tertentu. Sejumlah kawasan yang tercatat memiliki potensi gerakan tanah meliputi wilayah Cidadap, Sukasari, Coblong, dan Cibeunying Kaler.

0 Komentar