Risiko juga dapat muncul akibat hujan deras yang mengguyur kawasan permukiman di sekitar lereng, tebing, maupun bantaran sungai.
Karena itu, warga yang tinggal di kawasan tersebut perlu memperhatikan perubahan kondisi lingkungan, seperti munculnya retakan tanah, dinding penahan tanah yang bergeser, atau peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba.
Kesiapan menghadapi musim hujan membutuhkan keterlibatan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari penanganan kebencanaan, pekerjaan umum, lingkungan hidup, hingga kewilayahan.
Baca Juga:Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Ahmad Luthfi Sudah Ingatkan Pentingnya Clean and Good GovernmentPemprov Jateng Libatkan 123 Perguruan Tinggi Bareng-Bareng Entaskan Kemiskinan
Koordinasi antarlembaga diperlukan agar informasi potensi bencana dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah pencegahan, penyiapan personel, serta pengaturan evakuasi apabila kondisi di lapangan membahayakan masyarakat.
Di sisi lain, warga juga perlu mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul yang telah ditetapkan di wilayah masing-masing. Masyarakat diimbau tidak mengabaikan peringatan petugas, terutama ketika hujan deras berlangsung lama, debit sungai meningkat, atau muncul tanda-tanda pergerakan tanah.
Dengan persiapan yang terencana dan koordinasi yang kuat, risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana selama musim hujan di Kota Bandung diharapkan dapat ditekan.
